: WIB    --   
indikator  I  

Sinar Mas Cepsa operasikan pabrik oleokimia Rp 5 T

Sinar Mas Cepsa operasikan pabrik oleokimia Rp 5 T

KONTAN.CO.ID - Sinar Mas Cepsa meresmikan pabrik olekokimia pertamanya di Indonesia setelah mempersiapkan pembangunannya dua tahun lalu. Pabrik oleokimia ini menelan investasi € 300 juta atau setara dengan Rp 4,77 triliun. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 160.000 ton alkohol lemak per tahun.

Pabrik yang berlokasi di Dumai, Riau ini ini akan memproduksi alkohol lemak (fatty alcohol) dari minyak inti sawit berkelanjutan sebagai bahan baku utama pembuatan produk yang nantinya bisa menghasilkan bahan pembersih rumah tangga dan produk perawatan pribadi seperti sabun dan sampo.

Sinar Mas Cepsa Pte Ltd merupakan perusahaan patungan antara Golden Agri-Resources Ltd yang merupakan salah satu perusahaan di bawah Sinar Mas Agribusiness and Food dengan Cepsa Quimica SA, perusahaan energi terpadu yang berpusat di Madrid, Spanyol. Sinar Mas Cepsa memiliki kantor pusat di Singapura. Usaha patungan ini diciptakan dengan visi menjadi produsen alkohol lemak berbasis nabati serta turunannya dengan pasokan bahan baku berkelanjutan.

"Integrasi vertikal Sinar Mas Cepsa dan peluncuran pabrik di Dumai ini merupakan Iangkah penting yang kami lakukan untuk mencapai visi ini. Melalui usaha patungan ini kami dapat meningkatkan nilai tambah bagi produk turunan kelapa sawit dan terus mencipatakan lapangan kerja di Indonesia," kata Franky O. Widjaja, Chairman dan CEO Sinar Mas Agribusiness and Food saat peresmian pabrik Sinar Mas Cepsa di Dumai, Kamis (14/9).

Vice Chairman and CEO Cepsa Pedro Miro menambahkan, divisi kimia Cepsa merupakan kunci utama dalam strategi pertumbuhan perusahaan. Cepsa memiliki portofolio yang luas dan beragam, termasuk industri kimia. Menambah rantai nilai aIkohoI lemak berbasis nabati merupakan langkah terbaru dalam rencana internasionalisasi Cepsa. "Sangatah penting bagi kami untuk bermitra dengan para ahli dalam bidangnya yang terpercaya dan bereputasi baik,” imbuhnya.


Reporter Noverius Laoli
Editor Wahyu Rahmawati

AGRIBISNIS

Feedback   ↑ x
Close [X]