: WIB    —   
indikator  I  

Unilever dominasi belanja iklan televisi di Q3

Unilever dominasi belanja iklan televisi di Q3

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Unilever mendominasi belanja iklan televisi sepanjang kuartal III tahun 2017. Total belanja iklan perusahaan dengan kode UNVR di bursa efek Indonesia ini pada periode tersebut sebesar Rp 1,9 triliun.

"Ini berarti sekitar 7% dari total belanja iklan TV yang mencapai Rp26,38 triliun,"ujar A. Sapto Anggoro, CEO Adstensity, perusahaan yang memonitoring iklan televisi di Indonesia, dalam paparan yang diterima Kontan.co.id, Selasa (21/11).

Sapto mengatakan, ada empat brand keluaran Unilever yang menyumbang besaran belanja iklan televisi pada kuartal III 2017 yaitu Dove sebesar Rp 602,45 miliar, Walls sebesar Rp 503,67 miliar, Clear sebesar Rp 501,32 miliar dan Lifebuoy sebesar Rp 342,79 miliar.

Empat produk Unilever ini masuk jajaran 10 produk dengan belanja iklan terbesar pada kuartal ketiga 2017.

Produk lainnya adalah Meikarta sebesar Rp 454,54 miliar, Djarum sebesar Rp 414,37 miliar, Kementerian Kesehatan sebesar Rp 401,89 miliar, Sampoerna sebesar Rp 399,11 miliar, Samsung sebesar Rp 385,54 miliar dan Pantene sebesar Rp 369,99 miliar.

Secara keseluruhan, bila dibanding tahun sebelumnya, total belanja iklan televisi mengalami kenaikan sebesar 12,49% secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan kuartal III 2016, yakni dari Rp23,45 triliun dan tahun ini yang mencapai Rp 26,38 triliun.

Data iklan televisi ini diperoleh Adstensity berdasarkan rekaman semua iklan televisi di 13 stasiun tv nasional, yakni RCTI, SCTV, Indosiar, MNC TV, Trans TV, Trans 7, Global TV, Metro TV, TV One, ANTV, Kompas TV, Net TV, dan TVRI.

"Adstensity mencatat volume iklan dan harga iklan sesuai dengan data yang dipublikasikan (publish rate), sehingga nilai yang tercatat adalah nilai bruto. Data ini tidak memberikan informasi apabila ada diskon atau potongan harga atau deal-deal lain dalam praktik bisnis antara pemasang iklan dan stasiun TV yang bersangkutan di luar dari Rate Iklan yang telah di tetapkan," ujar Sapto.


Reporter Petrus Dabu
Editor Yudho Winarto

BELANJA IKLAN

Feedback   ↑ x