INDUSTRI
Berita
Yuk, lirik peluang bisnis waralaba di pameran IFRA

PELUANG USAHA WARALABA

Yuk, lirik peluang bisnis waralaba di pameran IFRA


Telah dibaca sebanyak 2123 kali
Yuk, lirik peluang bisnis waralaba di pameran IFRA

JAKARTA. Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) kembali menggelar pameran waralaba bertajuk International Franchise License & Business Concept Expo & Conference di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Pameran untuk ke-6 kalinya ini berlangsung mulai hari ini (1/6) ini, sampai dengan 3 Juni 2012. Setidaknya, ada 283 peserta waralaba dari dalam dan luar negeri yang akan menawarkan peluang usaha bagi pengunjung.

Menurut panitia, sekitar 30% peserta pameran merupakan waralaba dari Malaysia, Singapura dan Filipina. Sementara, 70% peserta pameran lainnya berasal dari waralaba dari dalam negeri.

Pameran waralaba terbesar di Indonesia ini dilaksanakan untuk mengiringi pertumbuhan wirausaha di Indonesia. "Kami menargetkan pengunjung 17.000 orang dalam 3 hari ini,” kata Ardian Mahardisatya Nirwan, Manajer Proyek PT Debindo Mitra Dyantama, selaku panitia pameran (1/6).

Menurut Ardian, panitia selektif memilih pengunjung, karena yang diharapkan datang adalah kalangan yang memiliki dana dan ingin membuka waralaba atau kalangan yang masih ingin belajar bisnis waralaba.

Selain penyelenggaraan pameran, acara ini disertai dengan seminar bertemakan tentang kegiatan waralaba. Beberapa acara yang digelar adalah; international franchise talk show, franchise round table discussion with 25 inspiring people.

Pada pameran serupa tahun lalu, tercatat 15.000 orang pengunjung dengan transaksi bisnis Rp 300 miliar. Tahun ini, Ardian menargetkan transaksi bisnis tersebut naik 10%..

Bagi pengunjung yang berniat mencari peluang bisnis waralaba dalam pameran kali ini, cukup membayar Rp 50.000 per orang. Jika pengunjung ingin ikut seminar dan talk show, pengunjung harus membayar Rp 450.000 per orang.

Anang Sukandar, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) berharap, pameran IFRA ini bisa memperkuat bisnis waralaba di Indonesia. Saat ini, kata Anang, peserta pameran IFRA mayoritas berbentuk Business Opportunity (BO).

Maka itu. AFI berusaha mendorong pelaku bisnis BO tersebut menjadi waralaba. "Caranya dengan terus melakukan pendampingan usaha," ujarnya.

Anang mengaku, langkah pendampingan semestinya sudah dilakukan sejak 20 tahun lalu. Walaupun telat, tetapi Anang mengaku masih belum terlambat melakukannya saat ini. "Bisnis ini digandrungi, terbukti banyak merek asing masuk ke Indonesia, dan pengunjungnya banyak tiap tahun," kata Anang.

Editor: Asnil Bambani Amri
Telah dibaca sebanyak 2123 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..