kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.955   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.004   119,85   2,04%
  • KOMPAS100 781   17,27   2,26%
  • LQ45 591   12,50   2,16%
  • ISSI 208   4,58   2,25%
  • IDX30 335   7,34   2,24%
  • IDXHIDIV20 410   8,29   2,06%
  • IDX80 89   1,92   2,22%
  • IDXV30 111   2,61   2,40%
  • IDXQ30 107   2,43   2,31%

15 Januari Penyaluran Premium Meningkat 15%


Minggu, 18 Januari 2009 / 08:59 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati |


JAKARTA. Hari pertama penurunan kembali harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 15 Januari kemarin, PT Pertamina (Persero) mencatat terjadi lonjakan penyaluran Premium sebesar 15% dari rata-rata penyaluran sepanjang awal Januari.

Menurut Sekretaris Perusahaan Pertamina Toharso, rata-rata penyaluran Premium dari depot-depot di awal Januari adalah 50.946 kilo liter. Namun, memasuki tanggal 11 Januari terjadi penurunan penyaluran karena pengusaha SPBU mengendus harga Premium dan Solar akan diturunkan lagi.

"Begitu ada kesepakatan bahwa harga jual ke SPBU lebih murah sejak 13 Januari atau H-2 sebelum harga ke masyarakat diturunkan, baru mereka oke membeli lebih banyak lagi," kata Toharso, Jumat (16/1).

Sehingga pada 15 Desember ketika harga BBM ke masyarakat resmi diturunkan Rp 500 per liter untuk Premium dan Rp 300 per liter untuk Solar, Pertamina menyalurkan lebih banyak lagi Premium dan Solar ke SPBU. Untuk Premium, jumlah yang disalurkan hari itu adalah 58.043 kilo liter atau 115,7% dari rata-rata pembelian serta Solar 57.700 kilo liter atau 107,4% dari rata-rata pembelian.

"Lonjakan penyaluran pada 15 Januari, juga disebabkan masyarakat yang cenderung menahan pembelian sehari sebelum harga diturunkan. Sehingga terjadi penurunan omzet di SPBU," kata Toharso.

Sementara, stok Premium saat ini mencapai 15,8 hari yaitu sebesar 881.110 KL, solar stoknya cukup untuk 40,6 hari , dan kerosin 486.800 KL untuk 45,3 hari.

Penurunan harga BBM kali ini menurut Toharso tidak menimbulkan permasalahan, seperti halnya penurunan harga dua kali sebelumnya pada 1 Desember 2008 dan 15 Desember 2008. Kala itu, pengusaha SPBU banyak yang tidak melakukan penebusan karena tidak mau menanggung rugi akibat selisih harga beli yang lebih tinggi ketimbang harga jual ke masyarakat.

"Penurunan harga kali ini memang menguntungkan SPBU, karena selama dua hari mereka menebus dengan harga lebih murah ketimbang harga jual ke masyarakat. Tapi nanti yang menanggung selisih Rp 500 untuk Premium dan Rp 300 untuk Solar itu biar di atur pemerintah. Sehingga secara keseluruhan tidak ada yang dirugikan dan terbebani. Tinggal Pertamina melaporkan ke pemerintah bahwa harga ke SPBU diturunkan tanggal 13 Januari dan ke masyarakat tanggal 15 Januari," kata Toharso.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×