kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

2010, Penjualan obat diprediksi tumbuh 10%


Jumat, 05 November 2010 / 15:57 WIB
ILUSTRASI. Paparan publik PT NFC Indonesia Tbk


Reporter: Gloria Haraito |

JAKARTA. Tahun ini, penjualan obat nasional diprediksi tumbuh 10% dari perolehan tahun 2009 yang sebesar US$ 3,9 miliar atau Rp 34,7 triliun (dengan asumsi nilai tukar rupiah Rp 8.900 per dolar Amerika Serikat).

Dari total penjualan obat itu, perusahaan farmasi multinasional berhasil meraup pendapatan cukup besar. Asosiasi perusahaan farmasi international atau International Pharmaceutival Manufacturers Group (IPMG) mencatat, penjualan perusahaan multinasional di Indonesia tahun lalu mencapai Rp 8 triliun.

Penjualan perusahaan asing ini menyumbang sekitar 23% terhadap total penjualan obat nasional. Penjualan sebanyak itu didapat oleh 24 perusahaan farmasi multinasional yang kini beroperasi di Indonesia.

Tampaknya cerita sukses perusahaan farmasi multinasional akan terus berlanjut. IPMG memprediksi, penjualan perusahaan farmasi multinasional hingga akhir tahun ini mencapai Rp 9 triliun, tumbuh 12,5% daripada tahun lalu yang sebesar Rp 8 triliun.

Parulian Simanjuntak, Direktur Eksekutif IPMG, optimistis target itu tercapai. Sampai Oktober 2010 ini saja, perusahaan farmasi multinasional sudah membukukan penjualan Rp 7,5 triliun

Menurutnya, sebanyak 30% dari penjualan ini berasal dari obat over the counter (OTC) alias obat yang dijual bebas. Sementara itu, sisanya berasal dari obat etikal alias resep.

Melihat pasar yang terus tumbuh, beberapa perusahaan farmasi multinasional berencana menaikkan kapasitas produksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×