kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.503   -27,00   -0,15%
  • IDX 6.735   -124,36   -1,81%
  • KOMPAS100 896   -19,90   -2,17%
  • LQ45 659   -11,15   -1,66%
  • ISSI 244   -4,20   -1,70%
  • IDX30 372   -4,71   -1,25%
  • IDXHIDIV20 456   -5,92   -1,28%
  • IDX80 102   -1,89   -1,82%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,19   -0,99%

2014, stasiun dan terminal di Jakarta terintegrasi


Senin, 21 April 2014 / 21:20 WIB
ILUSTRASI. Pedagang melayani warga yang membeli telur ayam di Pasar Jaya, Jakarta, Senin (6/6/2022). (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menjanjikan, seluruh terminal bus yang letaknya berdekatan dengan stasiun kereta akan terintegrasi pada 2014. Hal itu bertujuan untuk memudahkan warga Jakarta pengguna transportasi umum yang selama ini rutin menggunakan kereta rel listrik (KRL) dan bus.

"Kita pengen tahun ini. Desainnya juga sudah ada. Kita rencananya mau nyambungnya pakai bantuan swasta lewat kompensasi iklan," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (21/4).

Kawasan Manggarai sendiri menjadi titik awal pengintegrasian stasiun dan terminal tersebut. Saat ini, jembatan penghubung antara Stasiun Manggarai dan Terminal Manggarai sedang dibangun.

"Saya sudah minta Bu Yani (Deputi Gubernur DKI Bidang Pembagunan dan Tata Ruang Sarwo Handayani) urus yang belum terintegrasi. Kita akan sambungin semua," tukas pria yang akrab disapa Ahok itu.

Penyatuan stasiun dan terminal sendiri merupakan bagian dari rencana pembenahan transportasi massal di Jakarta. Selain menyatukan kedua tempat tersebut, Pemerintah Provinsi DKI juga telah membentuk PT Transportasi Jakarta yang nantinya akan bekerjasama dengan PT KAI untuk menyatukan penggunaan tiket bus transjakarta dan KRL Commuter Line Jabodetabek. (Alsadad Rudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×