kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

72.000 Ton garam hanyut terbawa banjir


Selasa, 25 Maret 2014 / 18:41 WIB
Deretan gedung perkantoran terlihat berjejer di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (19/9/2022).Pajak global bikin tax holiday percuma. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Banjir yang melanda beberapa wilayah Indonesia awal tahun ini ternyata berdampak terhadap hasil panen garam milik petani.

Berdasarkan perhitungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan, ada sekitar 72.000 ton garam yang hanyut akibat banjir.

Riyanto Basuki, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan, cukup petani garam yang terkena imbas banjir tersebut. "Sekitar 72.000 ton yang kena," kata Riyanto, Selasa (25/3).

Sentra garam yang terkena imbas banjir tersebut antara lain ada di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Barat (Jabar). Untuk wilayahnya sendiri antara lain Demak, Pati, dan Indramayu. Namun sayangnya, untuk nilai kerugian, Riyanto masih enggan merincinya.

Sementara itu Winarno Tohir Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengatakan, selama ini petani garam tidak memiliki gudang penyimpanan yang memadahi. "Mereka hanya letakkan di pinggir jalan dan ditutup dengan terpal," ujar Winarno.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×