kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

72.000 Ton garam hanyut terbawa banjir


Selasa, 25 Maret 2014 / 18:41 WIB
Deretan gedung perkantoran terlihat berjejer di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (19/9/2022).Pajak global bikin tax holiday percuma. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Banjir yang melanda beberapa wilayah Indonesia awal tahun ini ternyata berdampak terhadap hasil panen garam milik petani.

Berdasarkan perhitungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan, ada sekitar 72.000 ton garam yang hanyut akibat banjir.

Riyanto Basuki, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan, cukup petani garam yang terkena imbas banjir tersebut. "Sekitar 72.000 ton yang kena," kata Riyanto, Selasa (25/3).

Sentra garam yang terkena imbas banjir tersebut antara lain ada di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Barat (Jabar). Untuk wilayahnya sendiri antara lain Demak, Pati, dan Indramayu. Namun sayangnya, untuk nilai kerugian, Riyanto masih enggan merincinya.

Sementara itu Winarno Tohir Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengatakan, selama ini petani garam tidak memiliki gudang penyimpanan yang memadahi. "Mereka hanya letakkan di pinggir jalan dan ditutup dengan terpal," ujar Winarno.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×