Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Havid Vebri
JAKARTA. Jangan pandang sebelah mata rumah bekas karena prospek bisnis rumah sisa tinggal ini akan lebih cerah di tahun 2016 dibandingkan penjualan rumah baru.
Para broker memprediksi, bakal terjadi koreksi harga rumah bekas sehingga akan mendongkrak penjualan rumah ini akan. Diperkirakan penjualan tumbuh dua digit di tahun mendatang.
"Harga rumah bekas akan turun 10%-15% di tahun depan," kata Erwin Karya, Associate Director PT Pasifik Properti Citra (Ray White) kepada KONTAN, Senin (7/12).
Diskon harga ini hanya berlaku untuk rumah bekas kelas atas seharga Rp 2 miliar yang berlokasi di Jakarta. Sedangkan, harga rumah bekas di luar Jakarta akan tetap karena masih ada permintaan.
Perusahaan yang mengoperasionalkan Ray White Indonesia ini memprediksi akan terjadi kenaikan penjualan rumah bekas sebesar 15% di tahun mendatang dengan asumsi harga rumah turun.
Saat ini, penjualan rumah bekas untuk kelas atas hanya tumbuh satu digit karena konsumen mulai beralih membeli rumah baru dibandingkan rumah bekas dengan harga tinggi.
Sependapat, Darmadi Darmawangsa, Presiden Direktur PT Era Graha Realty (ERA) menyampaikan, akan ada penurunan harga baru untuk penjualan rumah bekas yang mengikuti arus pasar.
Prediksinya, penjualan rumah bekas akan tumbuh 20% di tahun 2016 atau naik dibandingkan pertumbuhan sekitar 10% di tahun 2015. "Tentunya, koreksi harga ini perlu diiringi dengan pertumbuhan ekonomi," jelasnya.
Ali Hanafia, Prinsipil PT Indotama (LI Realty) menyampiakan akan terjadi koreksi harga untuk perumahan kelas menengah atas karena terjadi pernurunan penjualan.
Harapannya, koreksi harga ini akan mengalihkan konsumen membeli rumah bekas. "Kami memprediksi rumah bekas akan tumbuh 20%-30% di tahun mendatang dengan catatan ekonomi dan politik stabil," ucap Ali.
Erwin menambahkan, kenaikan penjualan rumah akan terjadi di semester II-2016 karena pemerintah mulai merealisasikan belanja negara untuk pembangunan infrastruktur sehingga ekonomi akan mulai naik. Konsumen yang membeli rumah bekas ini antara lain end user untuk kebutuhan tempat tinggal ataupun konsumen yang ingin memiliki rumah kedua.
Alasan lain penjualan rumah bekas akan naik di tahun Monyet karena sudah ada kepastian secara fisik. Contohnya, konsumen yang membeli rumah bekas dapat melihat fisik rumah tersebut, sedangkan konsumen yang membeli rumah baru masih akan terombang-ambing dari komitmen pengembang (developer) untuk membangun rumah tersebut karena kondisi ekonomi yang belum stabil memperlambat pembangunan rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News