kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45801,69   11,79   1.49%
  • EMAS1.048.000 1,85%
  • RD.SAHAM 0.85%
  • RD.CAMPURAN 0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Ada rencana penghapusan bensin premium dan pertalite, Toyota masih akan pelajari


Minggu, 28 Juni 2020 / 13:31 WIB
Ada rencana penghapusan bensin premium dan pertalite, Toyota masih akan pelajari
ILUSTRASI. Toyota Astra Motor (TAM) masih mengkaji soal wacana penghapusan bensin premium dan pertalite.

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Toyota Astra Motor (TAM) masih mengkaji kondisi terkini soal wacana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) yang memiliki  nilai oktan atau research octane number (RON) di bawah 91 seperti Premium dan Pertalite oleh pemerintah.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor mengatakan, pihaknya masih perlu memastikan apakah Toyota perlu melakukan penyesuaian mesin lebih lanjut untuk mengadopsi BBM pengganti.

“Spesifikasi BBM kan bermacam-macam selain juga nilai oktan, masih perlu dipelajari perubahan spesifikasi BBM-nya akan seperti apa,” kata Anton kepada Kontan.co.id, Jumat (26/6).

Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif sempat mengungkapkan bahwa pemerintah berkomitmen mengurangi emisi jangka panjang. Caranya yakni dengan menghapus bahan bakar berjenis Premium dan Pertalite, sebab kedua jenis BBM tersebut masing-masing masih mengandung RON 88 untuk Premium dan RON 90 untuk Pertalite.

Baca Juga: Rencana penghapusan BBM murah dibawa ke parlemen

Meski begitu, sampai saat ini belum terang kapan rencana penghapusan ini akan direalisasi. Tidak hanya itu, usulan energi bahan bersih sebagai pengganti Premium dan Pertalite juga masih belum diketahui.

Pihak PT Pertamina (Persero) sendiri sebelumnya memastikan bahwa penjualan Premium masih akan berjalan sesuai penugasan. Acuannya adalah Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014.

Menurut penjelasan Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), saat ini, kendaraan Toyota yang diproduksi dan dijual di Indonesia memiliki spesifikasi mesin berstandar Euro 4 untuk bahan bakarnya.

Sebagai informasi, standar emisi Euro merupakan standar yang digunakan negara Eropa untuk menjaga kualitas udara. Dalam hal ini, semakin tinggi standar Euro yang diterapkan, maka semakin kecil pula batas kandungan gas karbon dioksida, nitrogen oksida, karbon monoksida, serta partikel-partikel lainnya yang memiliki dampak negatif pada manusia dan lingkungan. Kualitas BBM untuk standar emisi Euro IV sendiri dinilai setara dengan BBM dengan nilai oktan 91 ke atas.

Untuk beberapa negara tujuan ekspor , kendaraan Toyota yang diproduksi di Indonesia memiliki spesifikasi mesin yang berbeda. Untuk Toyota Sienta yang diekspor ke negara Singapura misalnya, spesifikasi mesinnya sudah disesuaikan dengan standar emisi Euro 6.

“Perbedaan spesifikasi mesin lebih banyak disebabkan oleh regulasi spesifikasi di negara tujuan pasar, umumnya masalah posisi steer dan standar emisi Euro,” jelas Bob kepada Kontan.co.id. Minggu (28/6).

Anton bilang, Toyota siap melakukan penyesuaian spesifikasi mesin bila memang diperlukan. Namun sebelum sampai kepada keputusan tersebut, Toyota tentunya masih perlu melakukan kajian lebih lanjut dengan berkoordinasi dengan pihak prinsipal.

“Kalau tidak ada perubahan spesifikasi BBM dari  yang sudah ada, sepertinya tidak perlu (penyesuaian spesifikasi mesin),” ujar Anton.

Baca Juga: Demi kurangi emisi, Menteri ESDM sebut ada rencana hapus Premium dan Pertalite

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×