kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Adaro Minerals Indonesia (ADMR) Mengincar Volume Penjualan Hingga 4,3 Juta Ton


Rabu, 15 Februari 2023 / 22:43 WIB
Adaro Minerals Indonesia (ADMR) Mengincar Volume Penjualan Hingga 4,3 Juta Ton
ILUSTRASI. Area produksi PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Volume penjualan batubara ADMR berjumlah 3,20 juta ton di sepanjang tahun 2022.


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk mengincar kenaikan volume penjualan di tahun 2023. Hingga tutup tahun nanti, emiten berkode saham ADMR tersebut mengejar volume penjualan 3,8 juta ton-4,3 juta ton.

Manajemen ADMR menyebutkan bahwa target penjualan tersebut didukung oleh kuatnya permintaan pelanggan, sesuai dengan target jangka menengah sebesar 6 juta ton per tahun.

“Perusahaan berencana memasuki pasar-pasar baru pada tahun 2023 serta meningkatkan volume penjualan ke pasar domestik,” ungkap AMDR dalam keterangan beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Valuasi Harga Saham Emiten Batubara Murah

Sebagai pembanding, volume penjualan batubara ADMR berjumlah 3,20 juta ton di sepanjang tahun 2022, naik 39% dibanding realisasi 2021 yang sebesar 2,30 juta ton. Secara terperinci, sebanyak 85% penjualan batubara ADMR di tahun 2022 menyasar tiga negara, yakni Jepang, China, dan India. 

Capaian volume penjualan ADMR di tahun 2022 didapat seturut kenaikan produksi. Berdasarkan data internal perusahaan, volume produksi batubara ADMR mencapai 3,37 juta ton, naik 47% dibanding realisasi tahun 2021 yang berjumlah 2,30 juta ton. Capaian tersebut juga melampaui panduan perusahaan yang berkisar 2,8 ton sampai 3,3 juta ton. 

Baca Juga: Saham-Saham Emiten Batubara Berguguran, Sudah Undervalued?

Di tahun 2023, ADMR memperkirakan peningkatan nisbah kupas menjadi sebesar 3,8x lantaran kegiatan penambangan di PT Lahai Coal akan dimulai kembali. Catatan saja, PT Lahai Coal memiliki nisbah kupas yang lebih tinggi dari PT Maruwai Coal.

Menyoal belanja modal atau capital expenditure (capex), ADMR menganggarkan capex US$ 70 juta-US$ 90 juta untuk untuk segmen batubara metalurgi. 

“Anggaran belanja modal ini belum termasuk belanja modal untuk smelter aluminium. Perusahaan memperkirakan pencapaian financial close proyek ini pada semester pertama 2023 dan akan membuat pengumuman lebih lanjut mengenai porsi ekuitas di kemudian hari,” pungkas ADMR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×