kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.803   -27,00   -0,16%
  • IDX 8.261   129,34   1,59%
  • KOMPAS100 1.166   20,61   1,80%
  • LQ45 839   9,13   1,10%
  • ISSI 294   6,16   2,14%
  • IDX30 435   3,74   0,87%
  • IDXHIDIV20 519   0,22   0,04%
  • IDX80 130   2,14   1,67%
  • IDXV30 142   1,06   0,75%
  • IDXQ30 140   0,04   0,03%

Bisnis Sinergi Inti (INET) Bakal Melejit 2027: Ini Pendorong Pendapatan Barunya!


Rabu, 11 Februari 2026 / 06:00 WIB
Bisnis Sinergi Inti (INET) Bakal Melejit 2027: Ini Pendorong Pendapatan Barunya!
ILUSTRASI. Ekspansi agresif Sinergi Inti Andalan Prima (INET) ke FTTH dan kabel laut diprediksi dorong pendapatan signifikan mulai 2027.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekspansi agresif PT Solusi Sinergi Digital Tbk (INET) ke segmen FTTH dan IRU kabel laut diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan baru, dengan kontribusi pendapatan signifikan mulai buku 2027.

Equity Research BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta & Erindra Krisnawan mencermati INET tengah memperluas bisnisnya ke tiga pilar pertumbuhan utama, yakni kontrak Fiber To The Home (FTTH), B2C FTTH, dan IRU Sistem Komunikasi Kabel Laut.

INET akan mendukung pembangunan FTTH PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan target konstruksi 2 juta home-pass hingga tahun buku 2028, dengan indikasi total nilai kontrak sekitar Rp 540 miliar.

Baca Juga: Pendatang Baru Rute Jakarta-Bandung, Travl, Ramaikan Persaingan, Andalkan Cara Ini

Secara paralel, INET berencana memulai IRU SKKL pada April 2026 dengan mengamankan total kapasitas 20 Tbps. Sebanyak 10 Tbps dikunci WIFI sebagai pelanggan jangkar, sementara sisanya dimonetisasi ke ISP lain.

Pendorong pertumbuhan terbesar diperkirakan berasal dari segmen B2C FTTH yang mulai beroperasi pada tahun buku 2026, dengan target 2 juta home-pass di Bali–Lombok dan 800.000 home-pass di Kalimantan Barat.

“Ketiga pilar bisnis baru ini masih sangat terkait secara operasional dengan WIFI, dengan risiko eksekusi, khususnya kualitas layanan dan churn, yang sebagian besar ditanggung INET dalam kontrak FTTH,” tulis Kafi dan Erindra.

Mereka memproyeksikan akselerasi signifikan pada pendapatan dan laba mulai tahun buku 2027, didorong oleh peluncuran B2C FTTH, meski ketidakpastian struktur komersialisasi tetap menjadi risiko utama.

 

Berdasarkan proyeksi konsensus, INET diperdagangkan pada valuasi EV/EBITDA 15,1 kali untuk 2026 dan 9,4 kali pada 2027. Menurut Kafi dan Erindra angka tersebut masih wajar bagi emiten sektor ISP/FiberCo.

Selanjutnya: Peringkat Korupsi: Singapura Melesat, Indonesia Justru Terperosok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×