kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Adhi Karya (ADHI) Tekan Rasio Utang Terhadap Modal


Rabu, 01 Maret 2023 / 21:13 WIB
Adhi Karya (ADHI) Tekan Rasio Utang Terhadap Modal
ILUSTRASI. Logo pada bendera PT Adhi Karya Tbk (ADHI). PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) memoles rasio keuangan perusahaan.


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) memoles rasio keuangan perusahaan. Sekretaris Perusahaan ADHI, Farid Budiyanto mengatakan, rasio utang terhadap modal alias debt to equity ratio (DER) ADHI menyusut ke angka 3,6 kali pasca pelaksanaan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

“Ini bahkan lebih baik dari periode sebelum Covid-19, dulu DER kami 4,3 kali untuk DER total,” kata Farid saat ditemui wartawan, Rabu (1/3).

Pada November 2022 lalu, ADHI memperoleh dana segar Rp 2,6 triliun dari penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Aksi korporasi tersebut mendongkrak ekuitas perusahaan ke angka Rp 8,8 triliun.

Sebelumnya, ekuitas  ADHI masih berada di angka Rp 6,10 triliun dengan liabilitas Rp 31,58 triliun di 30 September 2022. Praktis, DER  ADHI per akhir kuartal III 2022 berada di angka 5,72 kali.

Sebagai pembanding, mengintip laporan keuangan tahun 2019, liabilitas ADHI berada di posisi Rp 29,68 triliun pada 31 Desember 2019 lalu, sebelum pandemi Covid-19 diidentifikasi terjadi di Indonesia. Jumlah tersebut setara 4,34 kali ekuitas perusahaan yang berjumlah Rp 6,83 triliun per  31 Desember 2019.

Baca Juga: Adhi Karya (ADHI) Bangun Jalan Tol Karangjoang - KKT Kariangau, Penghubung ke IKN

Farid berujar, ADHI berharap bisa terus memperkuat ekuitas sembari menekan liabilitas perusahaan. “Setelah rights issue harapannya (DER) bisa turun lagi,” tutur Farid.

Ikhtiar ADHI dalam memoles keuangan perusahaan tidak semata terpaku pada rasio utang terhadap modal. Perusahaan kontraktor pelat merah itu juga telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan dari sisi likuiditas.

Farid bilang, ADHI bakal  memaksimalkan aset-aset piutang yang perusahaan miliki, terutama pada proyek-proyek berskala besar.

“Proyek konstruksi itu yang agak panjang itu proses administrasi untuk bisa menagihkan. Kadang kalau itu kita lewat atau enggak rapi, itu akhirnya buying time akan makan waktu untuk proses pembayaran,” terang Farid.

Strategi lainnya, ADHI juga mengupayakan piutang-piutang lama yang dimiliki perusahaan. Upaya tersebut belum lama ini membuahkan pembayaran piutang lama ADHI pada proyek ruas tol Kanci-Pejagan.

Selain itu, ADHI juga bakal selektif dalam memilah proyek konstruksi. Dalam hal ini, ADHI berstrategi untuk menghindari proyek-proyek dengan periode pembayaran yang agak lama seperti turnkey.

Baca Juga: Adhi Karya (ADHI) Geber Kontrak Baru dari Proyek IKN

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×