kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Advan Sambut Wacana Ponsel Gratis untuk Bansos, Ini Tantangan Produsen Lokal


Rabu, 14 Oktober 2026 / 17:23 WIB
Advan Sambut Wacana Ponsel Gratis untuk Bansos, Ini Tantangan Produsen Lokal
ILUSTRASI. Advan menyambut wacana ponsel gratis untuk bansos yang berpotensi membuka pasar baru bagi produsen lokal di tengah persaingan merek global. (Dok/Advan)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah membagikan telepon seluler (ponsel) gratis untuk mendukung digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) berpotensi membuka peluang pasar baru bagi industri elektronik nasional. Namun, produsen ponsel lokal masih menghadapi tantangan persaingan dengan merek global dan keterbatasan kapasitas produksi.

PT Bangga Teknologi Indonesia, pemilik merek Advan, menyambut positif wacana pembagian ponsel pintar tersebut. Perusahaan menilai rencana pemerintah itu dapat menjadi stimulus bagi pasar gadget domestik.

Product Manager Advan Indonesia, Aiden Drial, mengatakan pihaknya menyambut baik rencana pemerintah yang berpotensi melibatkan produsen ponsel dalam negeri sebagai penyedia perangkat.

"Bila direalisasikan, tentu menjadi berita bahagia untuk Advan," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga: Ciputra International Perkuat Ekosistem Bisnis dan Hunian

Meski demikian, Aiden mengakui industri ponsel lokal masih menghadapi tantangan untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan kapasitas produksi di tengah persaingan dengan merek-merek global.

"Saat ini (kapasitas produksi Advan) masih terbatas jumlahnya, karena masih berjuang untuk hadapi persaingan dengan brand global di pasar," terangnya.

Aiden menambahkan, Advan telah memperoleh informasi mengenai wacana tersebut. Perusahaan pun menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi apabila pemerintah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada produsen lokal.

"Sudah dapat infomasi juga. Bila Pemerintah memberikan dukungan penuh dan kepercayaan, dengan fasilitas Advan yang sudah berjalan, tentu kami siap dan mendukung," pungkasnya.

Rencana Ponsel Gratis untuk Digitalisasi Bansos

Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan rencana pemerintah membagikan ponsel gratis kepada masyarakat. Program tersebut ditujukan untuk mendukung digitalisasi penyaluran bantuan sosial sekaligus memperluas penerimaan negara dari aktivitas ekonomi.

Melalui skema ini, setiap warga negara Indonesia nantinya direncanakan memiliki rekening digital untuk menerima berbagai bantuan pemerintah.

“Setiap warga negara akan diberikan ponsel dengan rekening digital, semua dana akan ada di sana, akan dikirim ke rekening masing-masing, dan di sinilah pemerintah berharap untuk mendapatkan lebih banyak pendapatan,” tuturnya.

Hashim menjelaskan, selama ini pemerintah menyalurkan bantuan tunai kepada keluarga yang membutuhkan melalui berbagai program perlindungan sosial. Ke depan, penyaluran bantuan tersebut direncanakan beralih dari mekanisme tunai menjadi transfer langsung ke rekening digital masyarakat yang dapat diakses melalui ponsel.

Menurutnya, digitalisasi transaksi dan penyaluran bansos dapat membantu pemerintah memperluas basis penerimaan negara. Dengan semakin banyak aktivitas ekonomi tercatat secara digital, pemerintah diharapkan dapat mengidentifikasi kegiatan ekonomi yang selama ini belum sepenuhnya masuk ke dalam sistem formal.

Dalam rapat kabinet, Hashim mengatakan pemerintah telah menugaskan dua bank, yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), untuk menyediakan rekening bank bagi 30% penduduk Indonesia yang belum memiliki rekening perbankan.

Baca Juga: Gubernur Bali Jamin Stok Pertalite-Pertamax di Bali Aman hingga Dua Minggu ke Depan

Peluang Pasar dan Tantangan bagi Produsen Lokal

Bagi produsen ponsel dalam negeri, rencana tersebut berpotensi menciptakan permintaan dalam jumlah besar apabila pemerintah merealisasikannya. Kebutuhan perangkat untuk menunjang akses rekening digital masyarakat juga dapat membuka peluang bagi industri elektronik nasional untuk memperluas pasar.

Namun, besarnya peluang bisnis akan bergantung pada skala program, spesifikasi perangkat yang dibutuhkan, skema pengadaan, serta persyaratan yang ditetapkan pemerintah bagi calon penyedia.

Kapasitas produksi juga menjadi faktor penting bagi produsen lokal untuk memenuhi kebutuhan perangkat apabila program dilaksanakan dalam skala nasional. Selain itu, persaingan harga dan kemampuan memenuhi spesifikasi teknis menjadi pertimbangan dalam proses pengadaan.

Di sisi lain, rencana pembagian ponsel gratis dan pembukaan rekening digital tersebut masih memerlukan kejelasan lebih lanjut, terutama mengenai mekanisme pelaksanaan, kriteria penerima, kebutuhan anggaran, pemilihan penyedia perangkat, serta tahapan implementasinya.

Dengan demikian, meskipun berpotensi membuka pasar baru bagi produsen ponsel lokal seperti Advan, dampak nyata program terhadap industri elektronik nasional masih bergantung pada keputusan akhir pemerintah dan skema pelaksanaan yang akan diterapkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×