Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur Bali, Wayan Koster, memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan non-subsidi aman dan tersedia di wilayah yang dipimpinnya tersebut setidaknya hingga dua pekan ke depan.
Hal ini diungkapkan seiring adanya kelangkaan BBM di Bali yang menyebabkan antrean mengular di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Koster menekankan percepatan distribusi dari depot Pertamina ke SPBU juga dilakukan dengan menyesuaikan jam operasional depot dan SPBU di Denpasar dan Badung menjadi 24 jam.
Baca Juga: Bahlil Sebut Ekspor Nikel Ditargetkan Tembus US$ 45 Miliar di 2026
"Dengan demikian, maka yang pertama ingin di-clear-kan, ketersediaan BBM, Pertalite dan Pertamax, itu ada sampai 2 minggu ke depan.Yang kedua, distribusi dari depot ke SPBU itu dilakukan percepatan. Percepatannya adalah depotnya buka 24 jam, dan SPBU yang ada di Denpasar dan Badung juga dibuka 24 jam," katanya di sela pertemuannya dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri di Bali, dikutip dari akun Instagram Koster Update pada Rabu (14/10/2026).
Karena itu, Koster mengimbau masyarakat khususnya di Denpasar dan Badung untuk tidak melakukan pembelian BBM dalam jumlah besar ataupun panic buying, terutama jika masih ada bahan bakar di dalam kendaraan yang dimiliki.
"Masyarakat diimbau, di Denpasar dan Badung ini, tidak perlu ramai-ramai sekarang datang ke SPBU. Ya kalau masih ada minyaknya, ya tunda dulu, mungkin nanti malam, besok pagi (baru datang lagi)," jelasnya.
Sebagai upaya mempercepat pengadaan pasokan, pada Selasa (13/10/2026) kemarin, kapal tanker telah mendatangkan pasokan minyak ke Terminal BBM (TBBM) Manggis dan Pesanggaran.
Koster memproyeksikan jumlah stok Pertalite yang didatangkan cukup untuk kebutuhan masyarakat dalam kurun waktu sekitar seminggu ke depan.
"Saya perlu menjelaskan dulu ya, supaya clear. Bahwa pada tanggal 13 Oktober itu telah datang kapal tanker ke depot terminal, yaitu di Manggis dan Pesanggaran, dengan kapasitas Pertalite sebanyak 19,2 juta liter. Cukup untuk kebutuhan 6 sampai 7 hari ke depan," ujar dia.
Lebih lanjut, Pertamina juga telah menambah pengadaan Pertamax sebanyak 3 juta liter untuk kebutuhan selama 3 hari.
Baca Juga: Kawasan Perumahan Terintegrasi PLTS dan Jargas Bakal Dibangun, DEN Soroti Hal Ini
Koster menambahkan, pengadaan Pertalite sebanyak 25 juta liter juga akan dilakukan dari 15-17 Oktober nanti secara bertahap yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam kurun waktu 10 hari.
"Kemudian juga akan datang lagi tanggal 15 Oktober, 16 Oktober, dan 17 Oktober, untuk Pertalite sebanyak 25 juta liter. Cukup untuk 10 hari ke depan," katanya.
Selain pada 13 Oktober kemarin, Koster bilang stok Pertamax akan tiba lagi pada 17 Oktober, sehingga tambahan pengadaannya menjadi sebanyak 13 juta liter. Angka ini disebut cukup untuk memenui kebutuhan BBM selama 10-11 hari.
Menurut dia, hal ini menandakan stok BBM baik Pertalite maupun Pertamax mampu mencukupi bahkan melebihi kebutuhan masyarakat Bali.
"Apa artinya? Bahwa stok minyak, BBM, Pertalite dan Pertamax itu tersedia, bisa mencukupi kebutuhan melebihi kebutuhan yang normal di Provinsi Bali ini," imbuh Koster.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














