kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

AirNav pastikan layanan navigasi penerbangan berjalan normal


Jumat, 11 Mei 2018 / 20:15 WIB
AirNav pastikan layanan navigasi penerbangan berjalan normal
ILUSTRASI. Menara kontrol AirNav Bandara


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia memastikan layanan navigasi penerbangan di ruang udara Indonesia berjalan dengan normal sesuai dengan standar yang berlaku baik domestik maupun internasional.

Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia Didiet K. S. Radityo mengatakan, 603 personel navigasi penerbangan yang merupakan eks PT Angkasa Pura I tetap fokus dalam melaksanakan tugasnya memberikan layanan navigasi penerbangan di ruang udara Indonesia.

“Para karyawan eks AP I menuntut penyelesaian pembayaran THT (Tunjangan Hari Tua) dari perusahaan sebelumnya. Mereka bergabung dengan AirNav Indonesia sejak 2014 lalu dan mengatakan bahwa THT mereka belum dibayar hingga hari ini. Mereka melaksanakan berbagai upaya penyelesaian permasalahan dengan AP I di luar jam kerja. " kata Didiet dalam keterangan resminya, Jumat (11/5).

Menurut Didiet, permasalahan itu murni permasalahan individu antara karyawan eks AP I dengan AP I. Dia menegaskan, AirNav Indonesia turut mendukung sepenuhnya penyelesaian terbaik yang tidak merugikan pihak-pihak yang terlibat serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Didiet menjelaskan, AirNav Indonesia telah melakukan beberapa upaya mediasi dalam menyelesaikan permasalahan ini. 603 karyawan eks Angkasa Pura I tersebar di Cabang AirNav Indonesia seantero Indonesia yang kini berjumlah 285 Cabang.

“Mereka merupakan salah satu ujung tombak kami dalam memberikan layanan navigasi penerbangan terbaik di ruang udara Nusantara. Kami memastikan bahwa keselamatan dan efisiensi layanan navigasi penerbangan tidak akan terganggu,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×