Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan proyek MRT East West Line (Timur–Barat) yang menghubungkan wilayah DKI Jakarta hingga Bekasi akan mulai dibangun pada 2026.
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat menyatakan proyek strategis sepanjang sekitar 25 kilometer dari Medan Satria hingga Tomang ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mengurai kemacetan di kawasan Jabodetabek.
“Tahun ini kita awali dengan pembangunan Paket 104 dan 109 untuk Thamrin dan arah ke Senen Underground. Kemudian untuk pembangunan depo yang ada di kawasan Rorotan,” ujar Tuhiyat, dalam acara Peluncuran Blok M Hub Gojek, pada Senin (9/2/2026).
Baca Juga: Lonjakan Kinerja Sektor Logam Dasar pada 2025 Belum Merata ke Industri Besi & Baja
Tuhiyat menjelaskan MRT Jakarta saat ini masih melanjutkan pembangunan jalur Utara–Selatan, Timur–Barat, serta menyiapkan proyek Loop Line yang seluruhnya berada di bawah tanah.
Untuk jalur Utara–Selatan fase lanjutan, MRT Jakarta mencatat progres pembangunan dari Bundaran HI ke arah Kota dan Ancol telah mencapai 57% per Januari.
“MRT Jakarta ingin mempercepat pemanfaatan infrastruktur ini untuk publik. Oleh karena itu 2027 kami berupaya untuk melanjutkan dari Bundaran HI ke stasiun Monas. Jadi tahun depan insya Allah mohon doanya. Kemudian dua tahun kemudian sampai ke kota,” kata Tuhiyat.
Sementara itu, proyek Loop Line yang menghubungkan Fatmawati, Kampung Rambutan, dan Taman Mini saat ini masih menunggu keputusan Pemprov DKI Jakarta dan inisiator.
“Dari loop line, Fatmawati, Kampung Rambutan, Taman Mini ini fully underground yang sebentar lagi akan diputuskan pada bulan Agustus atau September tahun ini,” ujarnya.
Di sisi lain, MRT Jakarta mencatat kinerja operasional yang terus meningkat. Saat ini jumlah pelanggan mencapai 127.000 penumpang per hari atau sekitar 47 juta penumpang per tahun.
Baca Juga: Menilik Urgensi Pembentukan Badan Usaha Khusus dan Petroleum Fund dalam RUU Migas
MRT Jakarta menargetkan adanya peningkatan jumlah penumpang menjadi sebanyak 137.000 per hari atau sekitar 50 juta pelanggan di sepanjang tahun ini.
Ia menambahkan, MRT Jakarta juga membuka komunikasi intensif dengan pemerintah daerah penyangga guna mempercepat integrasi transportasi lintas wilayah. Harapannya, langkah ini dapat mempercepat konektivitas antar wilayah, sehingga tidak terjadi kemacetan total yang ada di Jakarta,.
Pada saat yang sama, MRT Jakarta bersama GoTo baru saja meresmikan Blok M Hub Gojek, Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan transportasi publik dan platform digital.
Kolaborasi ini menandai langkah konkret GoTo bersama MRT Jakarta untuk mempermudah mobilitas warga urban, mendorong pertumbuhan UMKM serta memberdayakan mitra driver.
Baca Juga: Ekspor Kelapa Bulat Melonjak, Intervensi Harga Masih Terbatas Jelang Ramadan
Selain Blok M, MRT Jakarta mengembangkan kawasan transit di Bundaran HI melalui perluasan extended concourse yang terhubung langsung dengan pusat perhotelan dan kawasan bisnis.
Tak hanya itu, MRT Jakarta juga mendapat amanah untuk membangun pedestrian deck atau donuts bridge di kawasan Dukuh Atas.
“Harapannya Blok M Hub dapat menjadi satu identitas baru, menjadi simbol masa depan Jakarta, menjadi Jakarta kota global,” tutup Tuhiyat.
Selanjutnya: OJK Beri Izin Usaha PT Asuransi Tri Pakarta Syariah
Menarik Dibaca: 10 Jus yang Paling Cepat Turunkan Kolesterol Tinggi, Mau Coba?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













