kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Akan ada coldstorage khusus bawang dan cabai


Jumat, 28 Maret 2014 / 22:54 WIB
ILUSTRASI. Cara Melihat Gerhana Bulan Total 8 November, Ini Waktu Mengamati di Wilayah Indonesia


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kementerian Perdagangan pada tahun ini berkomitmen memperbaiki tata niaga hortikultura, yang beberapa di antaranya adalah bawang merah dan cabai. Setiap masa panen, hasil pertanian para petani melimpah dan tidak semuanya terserap pasar.

Akibatnya, hasil pertanian banyak yang busuk, atau kalaupun terjual harganya anjlok. Dengan mempertimbangkan pentingnya penanganan pasca-panen, Menteri Perdagangan, M Lutfi memprogramkan resi gudang yang menyediakan coldstorage untuk menimbun hasil pertanian sebelum terserap pasar.

"Akan ada satu percontohan (gudang) untuk cabai dan satu untuk bawang merah. Investasi untuk coldstorage antara Rp 400 juta hingga Rp 2 miliar," ujar Lutfi ditemui usai membuka Agrinex Expo 8, di Jakarta, Jumat (28/3).

Program ini, sambung Lutfi, seharusnya menggunakan dana yang ada dalam APBN. "Saya lagi lihat dulu. Kan di Kemendag ini ada dana-dana yang bisa dipakai untuk membuat pasar," imbuhnya.

Dengan memperbaiki penanganan pasca-panen, Lutfi berharap posisi tawar para petani pun meningkat. "Petani sudah mau membayar lebih Rp 300/gram per bulan. Kalau mereka bisa memperpanjang waktu (simpan) hingga 6 bulan, itu posisi tawar dari petani kita sangat baik. Kita bisa swasembada dan kita akan bantu untuk mencapai itu," pungkasnya. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×