kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.743   20,00   0,11%
  • IDX 6.497   -4,78   -0,07%
  • KOMPAS100 845   -2,98   -0,35%
  • LQ45 640   -2,27   -0,35%
  • ISSI 228   -0,14   -0,06%
  • IDX30 358   -1,00   -0,28%
  • IDXHIDIV20 435   -1,66   -0,38%
  • IDX80 96   -0,33   -0,34%
  • IDXV30 121   -0,47   -0,38%
  • IDXQ30 113   -0,25   -0,22%

Akibat corona, output ekspor alas kaki akan turun 20% di Februari-Maret 2020


Minggu, 15 Maret 2020 / 20:26 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memproduksi sepatu untuk diekspor di Tangerang, Banten, Selasa (30/4/2019). Kementerian Perindustrian memproyeksi ekspor produk alas kaki dalam negeri pada tahun 2019 bisa mencapai 6,5 miliar US Dollar atau naik dari 5,11 miliar US Dollar pada 201


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Noverius Laoli

Otomatis jika produksi turun, output ekspor bulanan juga berpotensi tergerus sampai 20% atau lebih. Firman bilang dampak ini bisa saja bergulir hingga Juni 2020 mendatang.

Masalah ekspor alas kaki ini muncul karena wabah Covid-19 sudah masuk ke negara  tujuan ekspor, seperti China, Amerika Serikat dan Eropa.

Baca Juga: Kemenperin: Industri manufaktur sumbang hingga 75% ekspor nasional

Firman tidak memerinci berapa total nilai kerugiannya hingga saat ini. Namun sebagai gambaran, adanya penetapan WHO Korona sebagai pandemik, sejumlah jadwal kunjungan buyer ke pabrik terpaksa dibatalkan dan ditunda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×