Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Noverius Laoli
Otomatis jika produksi turun, output ekspor bulanan juga berpotensi tergerus sampai 20% atau lebih. Firman bilang dampak ini bisa saja bergulir hingga Juni 2020 mendatang.
Masalah ekspor alas kaki ini muncul karena wabah Covid-19 sudah masuk ke negara tujuan ekspor, seperti China, Amerika Serikat dan Eropa.
Baca Juga: Kemenperin: Industri manufaktur sumbang hingga 75% ekspor nasional
Firman tidak memerinci berapa total nilai kerugiannya hingga saat ini. Namun sebagai gambaran, adanya penetapan WHO Korona sebagai pandemik, sejumlah jadwal kunjungan buyer ke pabrik terpaksa dibatalkan dan ditunda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Survei KG Media