kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Akibat hama, ekspor buah mangga jadi rontok


Selasa, 28 Oktober 2014 / 09:59 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menyelesaikan produksi pakaian di Pabrik Sritex, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (27/3/2013). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Ekspor komoditi andalan pertanian mangga pada selama semester satu terasa asam. Selama setengah tahun berjalan, ekspor mangga tidak mencapai 10% dari total ekspor tahun 2013 lalu.  

Pusdatin Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian (Kemtan) mencatat sampai Juni volume ekspor mangga hanya 56 ton dengan nilai US$ 72.000.  Padahal sepanjang tahun 2013, ekspor mangga tercatat mencapai 1.089 ton dengan nilai US$ 1,4 juta.

Hasanuddin Ibrahim, Dirjen Hortikultura Kemtan mengatakan, anjloknya ekspor mangga karena masalah lalat buah yang melekat pada buah tanah air. Hal ini membuat mangga kesulitan menembus pasar Jepang dan China. 

Kedua negara di Asia Timur ini menilai, hama lalat buah dianggap tidak higienis sehingga mangga yang terkena juga tak layak konsumsi. "Tapi pada akhirnya, pasar lokal yang menyerap produk hortikultura. Meski mangga kita anjlok tapi buah manggis Indonesia sedang naik daun dan digemari pasar  Eropa dan Timur Tengah," terang Hasanuddin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×