kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45946,77   5,66   0.60%
  • EMAS930.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.20%

Akselerasi pengembangan mobil listrik domestik perlu dilakukan


Kamis, 25 November 2021 / 12:16 WIB
Akselerasi pengembangan mobil listrik domestik perlu dilakukan
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) menjajal mobil listrik

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah negara di kawasan regional tengah gencar melakukan pengembangan kendaraan listrik. Salah satunya adalah Vietnam yang telah memproduksi mobil nasional bertenaga listrik VinFast dengan total investasi US$ 5,4 miliar dan siap dipasarkan ke Indonesia.

Oleh karena itu, Indonesia dinilai tidak boleh ketinggalan. Pengembangan ekosistem kendaraan listrik harus segera diakselerasi mengingat cepatnya pengembangan yang dilakukan oleh negara lain di regional.

Indonesia sejauh ini masih belum mampu menunjukkan tajinya di sektor pengembangan kendaraan listrik. Pengamat otomotif Bebin Djuana mengatakan, pemerintah perlu mewaspadai progres pengembangan mobil listrik negara lain di kawasan Asia Tenggara.

“Saat ini tidak ada yang perlu ragu lagi dalam mengembangkan kendaraan listrik di tanah air, karena pemerintah sudah sangat jelas membuat roadmap industri ini. Kalau tidak agresif Indonesia bisa tertinggal. Padahal kita memiliki pasokan bahan baku baterai mobil listrik yang melimpah," kata Bebin dalam keterangan resminya dikutip Kamis (25/11).

Baca Juga: Produsen kendaraan listrik, Rivian, tunda pengiriman produk SUV R1S

Menurutnya, ini merupakan kendaraan masa depan. Dia melihat kendaraan listrik akan menjadi sebuah peluang baru bagi industri otomotif Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah juga mesti aktif mengajak pihak swasta dalam mengembangkan kendaraan listrik di Tanah Air  sehingga ekosistem saling terhubung.

Aksi yang dibutuhkan saat ini adalah dengan mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik mulai dari hulu hingga hilir. Termasuk di dalamnya menyediakan industri komponen penunjang, terutama baterai.

Bebin menambahkan, pemerintah juga perlu menyusun skenario untuk mengimbangi penetrasi pasar oleh Vietnam tersebut. Salah satunya adalah dengan membuka bisnis penyewaan baterai untuk menunjang eksistensi lalu lintas mobil listrik.

“Saat ini sejumlah negara sudah mulai serius untuk menanamkan investasi di sektor kendaraan listrik, seperti Korea melalui Hyundai. Dia sangat aktif dan justru menjadi perintis memproduksi mobil listrik di tanah air. Dan saya melihat itu menjadi trigger,” katanya.

Baca Juga: Perlahan, multifinance mulai melirik pembiayaan kendaraan listrik

Trigger itu buat pemain-pemain lama yang sudah malang melintang dalam industri otomotif di Indonesia seperti merek-merek dari negeri Sakura.

“Korea sudah lompat ke listrik tapi Jepang justru ingin mengembangkan mobil hybrid yang bagus. Dan saya pikir pada tahun depan akan semakin banyak lagi pemain mobil listrik yang bakal masuk Indonesia, karena kita jelas punya daya tarik yang sudah mendunia,” pungkasnya.

Selanjutnya: BI proyeksi defisit transaksi berjalan 2022 di kisaran 1,1%-1,9% PDB

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×