Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen kemasan kertas ramah lingkungan, PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) menambah kapasitas produksi seiring meningkatnya permintaan kemasan kertas sebagai substitusi plastik.
Direktur Utama Alkindo Naratama, Herwanto Sutanto mengatakan bahwa hingga saat ini perusahaan telah merasakan pertumbuhan permintaan kertas sekitar 20-30%. Lonjakan ini terutama didorong oleh terbatasnya stok plastik dan meningkatnya harga bahan tersebut imbas konflik Timur Tengah.
"Kenaikan permintaan kertas saat ini secara gradual atau bertahap karena mereka sebagian mungkin masih punya stok lama. Tapi karena beberapa dari pemain plastik sudah menyesuaikan harganya, jadi permintaan (kertas) terus melonjak," katanya saat ditemui Kontan, Senin (20/4/2026).
Baca Juga: Kejar Target Produksi, SKK Migas Optimalkan Teknologi MSF di WK Rokan
Dari sisi segmen, ia mencermati peningkatan permintaan saat ini dirasakan khususnya untuk food packaging (kemasan makanan).
Oleh karena itu, Sutanto mengungkap perusahaan telah menyiapkan tambahan kapasitas produksi pada tahun ini.
"Kami memang sudah mempersiapkan tambahan kapasitas. Tapi dengan adanya faktor perang, peningkatan permintaan terjadi lebih cepat dari perkiraan," ujarnya.
Di lini usaha hulu, dengan didominasi upaya debottlenecking, ALDO akan menambah kapasitas sebesar 7-8% dari daya tampung saat ini. Sementara di hilir, perusahaan membidik tambahan kapasitas hingga 30%.
Adapun untuk ekspansi kapasitas ini, termasuk pembelian lahan untuk pabrik di Jawa Barat, ALDO menyiapkan anggaran sekitar Rp 100 miliar tahun ini.
"Rinciannya, Rp 50 miliar dalam bentuk capital expenditure (capex) dan Rp 50 miliar dalam bentuk modal kerja," tutur Sutanto.
Di sisi lain, Sutanto menambahkan bahwa pihaknya masih menggunakan bahan plastik, meskipun dalam jumlah sangat minim. Karena itu, ALDO tidak terbebani oleh kenaikan harga plastik.
Selain itu, perusahaan juga tengah bersiap beralih ke bioplastik, yakni plastik berbahan lebih ramah lingkungan, untuk kebutuhan yang belum dapat digantikan oleh material lain.
"Jadi dengan adanya kenaikan harga plastik ini, kita melakukan percepatan juga untuk program pemakaian bioplastik tersebut," imbuhnya.
Baca Juga: UU PPRT Disahkan, Jaminan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Jadi Hak PRT
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













