kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Anak usaha Pelindo III produksi kantung urine portable untuk kebutuhan operator crane


Kamis, 06 September 2018 / 12:03 WIB
Anak usaha Pelindo III produksi kantung urine portable untuk kebutuhan operator crane
ILUSTRASI. KAWASAN INDUSTRI JIIPE GRESIK


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rumah Sakit (RS) PHC Surabaya, lini usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo III) di bidang medis, baru saja meluncurkan inovasi produk berupa P3pot atau kantung urine portable yang cocok untuk kebutuhan operator crane.

"Tidak hanya crane operator di pelabuhan, tetapi juga cocok untuk kebutuhan pekerja operasional yang bekerja di ketinggian untuk mengoperasikan alat berat. Sehingga mereka bisa kerja lebih tenang, lebih efisien, dan lebih aman karena tidak harus naik turun," ujarnya Dirut PT PHC, Agus Akhmadi, dalam siaran persnya, Rabu (9/5).

Agus menilai kebutuhan orang dewasa muda saat bekerja selama 8 jam dapat memproduksi urine hingga 600 cc. Sedangkan untuk pekerja yang berumur 30 tahun lebih untuk waktu kerja yang sama kecenderungannya sudah tidak bisa menahan kencing, sehingga setidaknya perlu untuk ke kamar kecil.

"Karenanya pada setiap kemasan P3pot sudah disiapkan serbuk super absorbent polymer (sap) yang akan menggumpal ketika bereaksi dengan 600 cc cairan urine. Dengan menyediakan P3pot saat bekerja, crane operator dapat terhindar dari risiko pembengkakan ginjal, infeksi saluran kemih, dan batu ginjal. Selain itu juga akan dilengkapi dengan tisu basah agar lebih higienis dan untuk mengakomodir tata cara bersih diri sesuai kepercayaan," paparnya.

Produk P3pot akan mulai diproduksi untuk melayani kebutuhan para operator crane di terminal-terminal di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. "Setidaknya ada kebutuhan hingga 54.000 kantung per tahun di pelabuhan ini. Harga jualnya hanya Rp 11.500 per kemasan yang bisa digunakan 2-3 kali. Sangat murah untuk mendukung kebutuhan pekerja agar lebih produktif," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×