kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.944.000   4.000   0,21%
  • USD/IDR 16.370   -48,00   -0,29%
  • IDX 7.952   15,91   0,20%
  • KOMPAS100 1.106   -0,20   -0,02%
  • LQ45 812   -1,90   -0,23%
  • ISSI 268   1,83   0,69%
  • IDX30 421   0,16   0,04%
  • IDXHIDIV20 488   0,14   0,03%
  • IDX80 122   -0,19   -0,16%
  • IDXV30 132   0,97   0,74%
  • IDXQ30 136   0,14   0,10%

Anak Usaha WIKA Sukses Pemasang Balok Jembatan untuk Jalan Tol Jakarta–Cikampek


Rabu, 09 Juli 2025 / 18:19 WIB
Anak Usaha WIKA Sukses Pemasang Balok Jembatan untuk Jalan Tol Jakarta–Cikampek
ILUSTRASI. PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (Wikaikon), anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), berhasil melaksanakan pekerjaan erection girder (pemasangan balok jembatan) untuk pembangunan Jalan Tol Jakarta–Cikampek Selatan II Paket 2.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (Wikaikon), anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), berhasil melaksanakan pekerjaan erection girder (pemasangan balok jembatan) untuk pembangunan Jalan Tol Jakarta–Cikampek Selatan II Paket 2 (STA. 9+300 – STA. 34+150).

Tol Jakarta–Cikampek Selatan II merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan panjang ±62 km, menghubungkan Jatiasih (JORR 1) di Bekasi hingga Sadang (Purbaleunyi) di Purwakarta. 

Proyek ini hadir sebagai solusi untuk mengurai kemacetan di Tol Jakarta–Cikampek sekaligus meningkatkan konektivitas antara kawasan Jabodetabek, Purwakarta, dan Bandung.

Direktur Utama Wikaikon Tri Prabowo menerangkan pekerjaan erection girder ini mengutamakan aspek teknis secara menyeluruh, termasuk keselamatan kerja (K3), kualitas, waktu, biaya, dan metode. 

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Kantongi Kontrak Baru Rp 3,37 Triliun Hingga Mei 2025

Balok girder sepanjang 60,9 meter ini dipasang di antara dua pilar (pier) menggunakan metode lifting dengan Launcher Gantry berkapasitas 200 ton yang membentang di atas jalur Tol Burangkeng.

“Seluruh proses pemasangan harus memenuhi standar K3, baik bagi pekerja di lapangan maupun bagi pengguna jalan tol ke depannya. Setiap tahap dihitung secara cermat untuk meminimalisir risiko kesalahan,” ujar Tri, dalam siaran pers, Rabu (9/7). 

Wikaikon juga melakukan kajian Construction Engineering Services (CES), termasuk analisis perubahan perilaku struktur saat pemasangan (stagging analysis for installation), untuk memastikan presisi dan kestabilan struktur sesuai desain.

“Dengan selesainya proses fabrikasi dan instalasi secara tepat waktu dan sesuai standar kualitas, proyek ini menjadi bukti komitmen WIKAIKON dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Keberhasilan ini melengkapi proyek-proyek strategis sebelumnya seperti Jembatan Jogja–Bawen, Jembatan Kereta Palang–Joglo, dan lainnya,” tutup Tri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×