kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.094   14,00   0,08%
  • IDX 5.447   58,84   1,09%
  • KOMPAS100 705   8,36   1,20%
  • LQ45 549   4,58   0,84%
  • ISSI 187   3,18   1,73%
  • IDX30 307   1,72   0,56%
  • IDXHIDIV20 404   4,19   1,05%
  • IDX80 81   0,85   1,06%
  • IDXV30 113   1,87   1,69%
  • IDXQ30 102   0,69   0,68%

Andalkan Segmen Leisure dan Korporasi, DFAM Bidik Okupansi 75% Hingga akhir 2026


Jumat, 23 Oktober 2026 / 13:08 WIB
Andalkan Segmen Leisure dan Korporasi, DFAM Bidik Okupansi 75% Hingga akhir 2026
ILUSTRASI. Dafam Hotel Management - PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) (Dok/DHM)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perhotelan, PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) memproyeksikan kinerja bisnis pada kuartal IV-2026 meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Proyeksi tersebut seiring dengan potensi pertumbuhan kinerja pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 serta optimalisasi segmen leisure dan korporasi untuk mendorong pendapatan.

Sekretaris Perusahaan DFAM, Soviadi Nor Rachman, mengatakan perusahaan memperkirakan tren bisnis pada kuartal IV-2026 akan lebih baik dibandingkan kuartal III-2026, meskipun kenaikannya diperkirakan tidak terlalu besar.

Baca Juga: Laba Bersih ADHI Melonjak 247%, Saat Pendapatan Turun 4,96% di Kuartal III-2026

“Target pendapatan antara 15%-25% lebih tinggi dari kuartal III-2026, sementara untuk tingkat okupansi diharapkan dapat mencapai 70%-75%," kata Soviadi kepada Kontan.co.id, Kamis (22/10). 

Proyeksi tersebut sejalan dengan upaya perusahaan mengoptimalkan permintaan dari segmen leisure dan korporasi. Di mana, kedua segmen ini diharapkan dapat menopang bisnis perhotelan di tengah merosotnya kontribusi dari segmen pemerintahan.

Soviadi mengatakan, kinerja DFAM pada kuartal III-2026 juga terpantau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, namun memang pertumbuhannya belum terlalu signifikan. 

Perusahaan belum merilis secara resmi laporan kinerja hingga September 2026. Sebagai gambaran, per semester I-2026, DFAM tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 29,08 miliar, naik tipis sekitar 0,98% secara tahunan dibandingkan Rp 28,79 miliar pada semester I-2025. 

Namun, rugi bersih perusahaan membesar menjadi Rp 6,73 miliar dari Rp 1,80 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

DFAM siapkan strategi hadapi Nataru

Untuk memaksimalkan momentum libur akhir tahun, DFAM menyiapkan beberapa strategi operasional dan pemasaran.

Pertama, manajemen akan memastikan fasilitas hotel dalam kondisi baik. Stretgi ini meliputi pemeliharaan fasilitas kamar, restoran, dan area umum, serta memastikan ketersediaan perlengkapan kamar dan bahan makanan selama periode liburan.

Selain itu DFAM juga akan mengoptimalkan kanal pemasaran digital agar informasi dan penawaran hotel dapat diakses calon pelanggan. 

Pada saat yang sama, DFAM masih mencermati sejumlah tantangan yang dapat memengaruhi kinerja hingga akhir tahun. Menurut Soviadi, ketidakpastian global dan kebijakan domestik, terutama kebijakan pemerintah yang mengatur kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), menjadi faktor yang perlu diantisipasi.

“Strategi yg dilakukan adalah lebih fokus kepada segmen corporate dan leisure, dengan membuat paket paket promo," ujarnya.

Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Rendah, Kementan Perkuat Gerakan Pangan Murah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×