Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan penurunan pendapatan usaha sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Meski demikian, emiten konstruksi pelat merah ini berhasil meningkatkan laba bruto dan laba bersih hingga kuartal III-2026.
Mengutip laporan keuangan pada Jumat (23/10), ADHI membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 5,37 triliun hingga kuartal III-2026. Angka tersebut turun 4,96%Rp 5,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan segmen usaha, pendapatan ADHI terutama ditopang oleh segmen teknik dan konstruksi sebesar Rp 4,68 triliun. Selanjutnya, segmen properti dan pelayanan menyumbang Rp 249,55 miliar, manufaktur sebesar Rp 246,40 miliar, serta investasi dan konsesi sebesar Rp 196,39 miliar.
Baca Juga: Desain Chip Jadi Jalan Indonesia Masuk Industri Semikonduktor Global
Pada saat yang sama, ADHI mencatat penurunan beban pokok pendapatan sebesar 6,85% yoy menjadi Rp 4,49 triliun, dari sebelumnya Rp 4,82 triliun.
Di tengah penurunan pendapatan, perusahaan berhasil meningkatkan laba bruto sebesar 5,15% yoy menjadi Rp 876,58 miliar per kuartal III-2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bruto ADHI tercatat sebesar Rp 833,65 miliar.
Dari sisi pos beban, ADHI juga mencatatkan penurunan beban usaha sebesar 3,02% yoy menjadi Rp 555,84 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, beban usaha perusahaan mencapai Rp 573,16 miliar.
Beban usaha tersebut terdiri dari beban penjualan sebesar Rp 6,75 miliar dan beban umum dan administrasi sebesar Rp 549,08 miliar.
Perbaikan pada laba bruto dan efisiensi beban usaha menopang perolehan laba bersih ADHI. Hingga kuartal III-2026, perusahaan tercatat membukukan laba sebesar Rp 15,34 miliar, melonjak 247,06% yoy dibandingkan Rp 4,42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














