kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Andalkan turis asing, Panorama Sentrawisata (PANR) bergantung pada izin pemerintah


Jumat, 03 Juli 2020 / 15:21 WIB
ILUSTRASI. WIsatawan di Indonesia


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan sektor wisata, PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) berharap pemerintah dapat segera membuka kembali izin kedatangan turis mancanegara ke Indonesia.

VP Brand and Communications Panorama Sentrawisata AB Sadewa mengatakan, tanpa dibukanya pintu masuk wisatawan, mustahil perusahaan dapat mendatangkan turis.

"Kami saat ini sangat bergantung kepada peraturan pemerintah (dirjen imigrasi, dan Kemenlu) untuk membuka kembali ijin untuk kedatangan turis di pintu-pintu masuk Indonesia. Saat ini kami hanya bisa terus berkomunikasi dengan pihak agen di negara asal tentang update destinasi di Indonesia," kata dia saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (3/7).

Sadewa melanjutkan, sampai saat ini permintaan dari turis mancanegara untuk berkunjung masih tetap ada. Karena itu, perusahaan kini memilih untuk menunggu imigrasi kembali dibuka izin masuk untuk wisatawan. 

Baca Juga: Panorama Sentrawisata (PANR) bukukan kerugian Rp 44 miliar pada 2019

Sadewa menambahkan, Panorama yakin seluruh komponen pariwisata telah mempersiapkan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya. Dimulai dari hotel, bus pariwisata, atraksi, destinasi, restoran, venue MICE,dan lain-lain.

"Pada masa pelonggaran PSBB selama 2 minggu ini beberapa destinasi favorit sudah mulai ramai, termasuk hotel-hotel sudah kembali dikunjungi tamu domestik," lanjutnya.

PANR menambahkan, sebelum pandemi COVID-19 menghantam pihaknya mengunggulkan kehadiran tamu wisatawan asing dari Eropa, terutama di bagian Eropa Barat dan Skandinavia.

Selain daerah tersebut, tamu wisman inbound PANR yang mendominasi adalah daratan Asia, seperti India dan Sri Lanka. "Lalu ada market dari Eropa Timur dan Rusia, AS-Kanada, Timur Tengah dan Afrika, seperti Afika Selatan dan Ethiopia" pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×