kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.822   -6,00   -0,04%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Antam bangun smelter untuk Freeport, swasta kecewa


Rabu, 14 Mei 2014 / 20:42 WIB
Antam bangun smelter untuk Freeport, swasta kecewa
ILUSTRASI. 5 Manfaat Minum Air Hangat di Pagi Hari.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Indosmelt dan PT Nusantantara Smelting selaku pengembang pembangunan smelter yang bermitra dengan PT Freeport Indonesia menyayangkan sikap pemerintah yang dianggap tidak menjalankan fungsinya sebagai regulator yang baik.

Kedua perusahan ini malah condong menyebut pemerintah sebagai player dalam pengelolaan smelter. "Kami menyayangkan pemerintah yang awalnya jadi regulator tetapi malah jadi player juga," ujar Natsir Mansyur, Presiden Direktur PT Indosmelt di Jakarta, Rabu (14/5).

Dua perusahan tersebut merasa kecewa karena hadirnya PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang mengikat kerjasama dengan Freeport yang difasilitasi oleh pemerintah. Menurut Juangga Mangasi, Direktur PT Nusantara Smelting, pihak yang berhak untuk bekerjasama dengan Freeport untuk membangun smelter adalah PT Indosmelt dan PT Nusantara Smelting.

"Sebelum 10 Januari kami sudah tanda tangani perjanjian, dan Pemerintah setuju, kami tanda tangan. Sebulan setelah agreement itu, muncul PT Aneka tambang untuk bergabung dengan Freeport yang hanya berdasarkan kerjasama," katanya.

Atas masuknya Antam dalam pengembangan smelter, maka PT Indosmelt dan PT Nusantara Smelting tidak lagi beroperasi sehingga merasa dirugikan karena sudah melakukan pembebasan lahan, membayar teknologi dan vendor-vendor proyek yang mencapai biaya Rp 250 miliar.

Dua perusahaan ini berharap pemerintah bertindak tegas dan pintar dalam menangani masalah ini. Mereka juga menghimbau agar pemerintah kembali ke jalan yang benar dengan menjadi regulator yang baik.

"Kalau pemerintah smart, ini bisa di atasi. Coba tanya progres smelter setelah 10 januari? Nggak ada. Pemerintah harus kembali menjadi regulator yang baik," tandasnya. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×