kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Apemindo: Pasir besi itu mengandung titanium


Senin, 27 Januari 2014 / 16:39 WIB
ILUSTRASI. Tim penyelamat mendirikan tenda di tempat penampungan setelah gempa berkekuatan 6,8 di kota Moxi, kabupaten Luding, Prefektur Otonomi Tibet Ganzi, provinsi Sichuan, China 5 September 2022.


Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini

JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo) mengungkap banyak orang mengira pengerukan besar-besaran pasir besi di daerah Cianjur, Jawa Barat oleh perusahaan China hanya untuk mengambil pasir besi saja, padahal yang diambil oleh perusahaan China itu adalah titanium.

Menurut Ladjiman Damanik, Direktur Eksekutif Apemind menjelaskan, masyarakat harus diberi kesadaran bahwa di dalam pasir besi yang dikeruk oleh perusahaan China di daerah Cianjur itu di dalamnya juga terkandung mineral yang sangat berharga. "Mereka itu mengincar titanium," ungkap dia dalam diskusi di kantor KONTAN, akhir pekan lalu.

Seperti diketahui, titanium umumnya terbentuk pada batuan igneous, sering ditemukan sebagai ilmenite (FeTiO3) dan perovskite (CaTiO3). Mineral Ilmenite (FeTiO3) ini banyak dijumpai di pantai selatan pulau Jawa, dalam bentuk pasir besi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×