Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk berkomunikasi langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump guna menurunkan tarif ekspor produk tekstil dan garmen Indonesia ke Amerika Serikat (AS).
Langkah ini dinilai penting untuk melindungi industri padat karya nasional yang menyerap jutaan tenaga kerja.
API menyatakan masih optimistis pemerintah Indonesia akan memperjuangkan penurunan tarif tersebut, meskipun Indonesia dan AS disebut hampir merampungkan kesepakatan tarif resiprokal.
Baca Juga: Kesepakakatan Tarif Dagang RI-AS: Ekspor Sawit Bebas Tarif, Tekstil Tetap Kena 19%
Saat ini, pemerintah menyebutkan tarif nol persen hanya berlaku untuk komoditas sumber daya alam berbasis tropis, sementara produk manufaktur seperti tekstil masih dikenai tarif resiprokal sebesar 19%.
Menanggapi hal itu, API berpandangan bahwa industri tekstil dan garmen juga memiliki keterkaitan erat dengan sumber daya alam tropis. Salah satunya adalah penggunaan kapas (cotton) yang dinilai masih menjadi bagian dari tropical natural resources dan berpotensi mendapatkan perhatian dari AS.
API mencatat Indonesia merupakan salah satu importir utama cotton dari AS. Impor tersebut menjadi bagian dari komitmen industri tekstil dan garmen nasional untuk membeli produk agrikultur AS senilai US$ 4,5 miliar.
“Nilai impor cotton itu akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan produksi garmen dan kain berbahan baku cotton dari AS untuk permintaan ekspor ke AS. Iklim industri TPT yang didorong tumbuh bersama pemerintah dan dunia usaha berpotensi meningkatkan impor cotton dari AS hingga US$ 4,5 miliar,” ujar Wakil Ketua Umum API, Ian Syarif, dalam keterangan resmi, Selasa (6/1/2025).
Baca Juga: Negosiasi Tarif Resiprokal RI-AS Berlanjut, Target Kelar Akhir 2025
Menurut API, kerja sama yang saling menguntungkan dengan petani cotton di AS penting untuk memperkuat hubungan perdagangan kedua negara.
Skema imbal balik antara impor cotton dari AS dan ekspor tekstil serta garmen berbahan baku cotton dari Indonesia dinilai dapat mempersempit defisit perdagangan AS terhadap Indonesia.
Selain cotton, API menyebut industri tekstil nasional juga banyak menggunakan rayon (viscose) yang diolah dari hutan tanaman industri di dalam negeri. Produk tersebut dinilai sebagai hasil agroindustri yang dikelola secara berkelanjutan.
Ian menyarankan pemerintah melihat langsung pengelolaan industri rayon di Indonesia yang, menurutnya, telah dijalankan secara profesional dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan.
“Proses tanam, pembesaran pohon, hingga pemanfaatan kayu sebagai bahan baku rayon sudah menjadi satu siklus yang baik tanpa mengorbankan lingkungan,” ujarnya.
API pun meminta Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto kembali membuka ruang perundingan dengan AS.
Tujuannya untuk memetakan bahwa industri tekstil dan garmen merupakan bagian dari komoditas berbasis sumber daya alam tropis atau agroindustri.
Baca Juga: Trump Sebut India Tawarkan Pengurangan Tarif Barang-Barang AS Jadi Nol Persen
“Asosiasi berharap pemerintah dapat mengomunikasikan kepentingan kedua negara sehingga tarif nol persen, atau setidaknya jauh di bawah 19%, bisa diberikan oleh AS kepada Indonesia,” kata Ian.
Dari sisi domestik, API menilai kebijakan tersebut sejalan dengan target pemerintah untuk menyerap 19 juta tenaga kerja. Saat ini, sektor padat karya, termasuk tekstil, garmen, dan alas kaki, menyerap sekitar 3,97 juta tenaga kerja atau sekitar 20% dari total tenaga kerja industri manufaktur nasional.
API optimistis dalam dua tahun ke depan penyerapan tenaga kerja di sektor ini dapat meningkat lebih dari dua kali lipat jika pemerintah dan dunia usaha mampu menjaga sinergi kebijakan.
Baca Juga: Tarif Trump Turun Jadi 19%, Istana: Terendah di Asia
Oleh karena itu, API berharap produk tekstil berbahan baku kapas asal AS serta rayon (viscose) dapat diklasifikasikan sebagai produk tropis bernilai tambah dan masuk dalam daftar prioritas tarif resiprokal nol persen untuk melindungi jutaan lapangan kerja di dalam negeri.
Selanjutnya: Ekspor Indonesia Turun, Begini Proyeksi Rupiah Besok (7/1)
Menarik Dibaca: 6 Rekomendasi Makanan untuk Mengatasi Hidung Tersumbat saat Flu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












