Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan ekonomi yang meningkat pada periode Idulfitri atau Lebaran menjadi angin segar bagi pelaku usaha. Untuk itu, para pengusaha menerapkan sejumlah strategi untuk memanfaatkan perputaran ekonomi selama momentum hari raya.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengatakan, pelaku usaha saat ini semakin adaptif dalam menangkap momentum Lebaran dengan mengoptimalkan berbagai peluang yang strategis. Tak lupa, juga dengan mempertimbangkan pergeseran perilaku konsumen saat ini.
"Salah satunya dengan penerapan strategi omnichannel, mengintegrasikan kanal offline dan online untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan kenyamanan konsumen dalam bertransaksi," imbuhnya kepada KONTAN, Selasa (17/3/2026).
Baca Juga: Kementerian ESDM Buka Peluang Impor Minyak dari Rusia, Ini Syaratnya
Menurut Shinta, strategi ini menjadi penting bagi para pelaku usaha di tengah pergeseran pola konsumsi yang semakin mengarah pada pengalaman belanja yang mulus (seamless) dan fleksibel.
Selain itu, penguatan ekosistem pembayaran digital juga dinilai menjadi faktor penting. "Di mana, kemudahan dan kecepatan transaksi mendorong akselerasi konsumsi, khususnya pada periode dengan intensitas belanja yang tinggi seperti Ramadan dan Lebaran," jelas dia.
Dari sisi produk, Shinta mencermati pelaku usaha secara aktif tengah memanfaatkan permintaan musiman seperti saat Lebaran melalui berbagai inovasi. Misalnya, penjualan bundling produk, hampers, serta penawaran tematik yang relevan dengan kebutuhan dan kebiasaan masyarakat.
Sementara di sisi operasional, menurut Shinta, optimalisasi rantai pasok menjadi krusial. Hal ini salah satunya diwujudkan dalam pengelolaan inventori dan percepatan distribusi untuk memastikan ketersediaan barang tetap terjaga, di tengah lonjakan permintaan.
"Dengan demikian, dunia usaha tidak lagi semata-mata mengandalkan peningkatan volume penjualan, tetapi juga berfokus pada penciptaan dan pemanfaatan nilai melalui strategi yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berbasis data," jelas Shinta.
Ia menambahkan, pelaku usaha melihat kontribusi ekonomi Lebaran tahun ini masih tetap kuat dan berpotensi meningkat dibanding Lebaran tahun lalu. Meskipun, peningkatannya diproyeksikan lebih moderat.
Baca Juga: Pebisnis Siap Menadah Berkah Ekonomi Lebaran, Ini Sektor yang Diprediksi Moncer
Menurut Shinta, proyeksi moderasi ini salah satunya dipicu oleh momentum Lebaran tahun ini yang bertepatan dengan ketidakpastian geopolitik global imbas konflik Timur Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













