kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.058   73,00   0,41%
  • IDX 5.887   -99,02   -1,65%
  • KOMPAS100 766   -15,17   -1,94%
  • LQ45 585   -9,52   -1,60%
  • ISSI 203   -3,10   -1,51%
  • IDX30 332   -5,12   -1,52%
  • IDXHIDIV20 411   -4,31   -1,04%
  • IDX80 87   -1,66   -1,87%
  • IDXV30 111   -1,27   -1,13%
  • IDXQ30 107   -1,18   -1,09%

APPBI Targetkan Transaksi Rp 20 Miliar di Pagelaran Batik Puspa Nuswantara 2026


Rabu, 08 Juli 2026 / 14:46 WIB
APPBI Targetkan Transaksi Rp 20 Miliar di Pagelaran Batik Puspa Nuswantara 2026
ILUSTRASI. Kredit UMKM: Suasana booth UMKM batik di sebuah pameran (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) bersama PT Satu Tujuan Event (SATUE), menggelar Pagelaran Seni Batik Puspa Nuswantara 2026 di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC) pada 8–12 Juli 2026. Penyelenggara menargetkan lebih dari 25.000 pengunjung dengan potensi nilai transaksi mencapai angka Rp 20 miliar selama penyelenggaraan pameran.

Ketua Umum APPBI Komarudin Kudiya mengatakan, penyelenggaraan pameran ini menjadi salah satu upaya memperkuat pasar batik nasional, di tengah maraknya tekstil bermotif batik yang dinilai semakin menekan keberlangsungan para perajin.

Baca Juga: Brantas Abipraya Kebut Penanganan Pascabencana di Sumbar dan Sumut

"Perajin batik itu dalam beberapa tahun ini menghadapi gempuran tekstil batik yang sangat luar biasa. Berdasarkan catatan dan analisa saya sendiri, kalau kita tidak segera membenahi perdagangannya, maka 10 tahun yang akan datang batik kita bisa berakhir, artinya sangat berkurang drastis," ujarnya usai pembukaan pameran di Jakarta, Rabu (8/7).

Menurut Komarudin, pameran tersebut diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap batik asli sekaligus memperluas akses pasar bagi para perajin dan pelaku usaha batik dari berbagai daerah.

Dukungan terhadap pengembangan industri batik juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Menurutnya, batik merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO sejak 2009 dan perlu terus dijaga. Bukan hanya sebagai identitas budaya tetapi juga sebagai sumber penghidupan bagi para perajin dan pelaku UMKM.

"Batik adalah warisan budaya luhur bangsa yang sudah diakui UNESCO pada tahun 2009 dan ini harus terus kita pertahankan, bukan hanya sebagai cerminan budaya bangsa tetapi juga menghidupi usaha," kata Pratikno.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mendukung keberlangsungan industri batik, dengan membeli produk batik asli hasil karya perajin dalam negeri.

Pagelaran Seni Batik Puspa Nuswantara 2026 diikuti 168 booth dari berbagai sentra batik di Indonesia. Selain pameran produk, kegiatan ini juga menghadirkan workshop membatik, seminar, talkshow, fashion show, business matching, serta pertunjukan seni budaya. Melalui penyelenggaraan pameran tersebut, APPBI berharap dapat memperluas pasar batik nasional sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap batik asli di tengah maraknya produk tekstil bermotif batik.

Baca Juga: Menakar Efektivitas Skema Bagasi Berbasis Jumlah Koper

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×