Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) melalui anak usahanya, PT Arkora Ekon Indonesia (Aekon) dan PT Nosu Hydro (Nosu) meneken perjanjian pembangunan PLTA Pongbembe berkapasitas 20 megawatt (MW) senilai Rp 287,98 miliar.
Perjanjian konstruksi PLTA Pongbembe tersebut ditandatangani pada 7 September 2026. Di mana, Aekon dan Nosu merupakan anak usaha ARKO yang dikendalikan secara langsung maupun tidak langsung dengan kepemilikan lebih dari 99%.
Manajemen ARKO mengatakan, pembangunan PLTA Pongbembe dilakukan dalam satu grup untuk memudahkan koordinasi, menyelaraskan kepentingan bisnis, serta menciptakan efisiensi operasional dalam pelaksanaan proyek.
Baca Juga: Zero ODOL 2027 Bisa Dongkrak Biaya Logistik, Ini Kekhawatiran Pelaku Usaha
“Nilai transaksi sebesar Rp 287,98 miliar tersebut setara dengan 56% dari ekuitas ARKO berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp 516,2 miliar,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (9/9/2026).
Namun manajemen ARKO menyatakan transaksi tersebut termasuk transaksi material yang dikecualikan. Sebab, transaksi dilakukan oleh anak usaha yang 99% sahamnya dimiliki langsung oleh ARKO sehingga tidak memerlukan persetujuan RUPS.
“Transaksi tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan di masa mendatang. Namun, ARKO menyebut transaksi ini tidak berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan,” jelas manajemen ARKO.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














