kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.828   0,00   0,00%
  • IDX 8.091   59,41   0,74%
  • KOMPAS100 1.139   7,32   0,65%
  • LQ45 825   4,10   0,50%
  • ISSI 287   2,86   1,01%
  • IDX30 429   2,31   0,54%
  • IDXHIDIV20 516   2,88   0,56%
  • IDX80 127   0,82   0,65%
  • IDXV30 140   1,14   0,82%
  • IDXQ30 140   0,76   0,55%

AS Soroti Kebijakan Perfilman dan Farmasi Indonesia


Senin, 08 Februari 2010 / 07:58 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |


JAKARTA. Amerika Serikat (AS) menyoroti kebijakan investasi dari Indonesia diantaranya adalah kebijakan tentang perfilaman dan kebijakan tentang farmasi.

Untuk kebijakan perfilaman, AS menilai Indonesia melakukan proteksi terhadap masuknya film dari negaranya. “Alasan kita sebenarnya itu adalah untuk perlindungan,” kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan, Edy Putra Irawady di Jakarta, Minggu (7/2).

Sementara untuk kebijakan farmasi, AS juga menyoroti soal investasi untuk industri farmasi di yang mesti dilakukan perubahan juga. Namun sayang, Edy tidak menceritakan secara detail pembicaraan yang dilakukan Kementerian Koordinator Perekonomian dengan Departemen Perdagangan Amerika Serikat. “Namun penjelasan dari Indonesia adalah, kita mendorong adanya investasi,” jelas Edy.

Selain itu AS menurut Edy juga meminta Indonesia segera melakukan pameran perdagangan di AS secara terorganisir, setelah itu negara paman Sam itu juga meminta Indonesia meningkatkan komunikasinya dengan pebisnis asal AS. “National Single Window (NSW) mesti disosialisasikan ke masyarakat bisnis di AS agar pedagang AS memahami sistem baru ini,” jelas Edy.

Mengenai isu spesifik seperti kasus perdagangan yang terjadi dengan Indonesia, Edy menyebutkan hal itu dilakukan oleh departemen teknis. Pembahasan yang antara perwakiland ari Departemen Perdagangan AS itu hanya berupa pembahasan di sektor investasi.

“Dia datang bilang bahwa AS akan sesuai dengan komitmen untuk mengembangkan investasi di Indonesia,” jelasnya. Menanggapi adanya isu berupa dumping kertas Indonesia di AS, Edi hanya menjawab kalau hal itu murni kasus bisnis bukan kasus antar negara yang mesti diselesaikan dalam pertemuan antar delegasi pemerintah.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×