kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

ATPM Ramai-Ramai Naikkan Harga Jual Mobil


Senin, 13 April 2009 / 07:39 WIB


Reporter: Ali Imron | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Keoknya nilai rupiah membuat Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) menaikkan lagi harga jual mobilnya pada bulan ini. Adapun besaran kenaikan harga jualnya 2% sampai 5%.

Salah satu ATPM yang menaikkan harga jual mobilnya itu adalah Honda Prospect Motor (HPM). Honda menaikkan harga jual mobil untuk semua tipe mobil yang dimilikinya. Kenaikan itu pun sudah berlangsung selama lima kali sejak November 2008. “Jadi hampir saban bulan kami menaikkan harga jual mobil. Total kenaikan harga jualnya itu sekitar 15%- 20%,” kata Marketing and After Sales Service Director HPM, Jonfis Fandy, Jumat (10/4 di Jakarta.

Salah satu alasan Honda tetap menaikkan harga adalah cost produksi yang kian membengkak. Saat ini, biaya produksi mereka masih belum tercover dengan baik. Pasalnya, pelemahan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar terus berlangsung. “Kami masih harus menanggung kenaikan biaya produksi akibat pelemahan ini sekitar 30%,” tandasnya.

Bahkan dengan kurs dolar yang sekarang ini sekitar Rp 11.160 juga masih belum menutupi cost produksi ATPM. “Dengan kenaikan yang sekarang ini saja, selisih biaya produksinya masih sekitar 15% lagi. Makanya kami berencana untuk tetap menaikkan harga jual pada bulan depan,” tandasnya.

Adapun besaran kenaikannya masih akan tetap sama sekitar 2% sampai 5%. Hanya saja, mereka masih belum menentukan sampai kapan kenaikan itu akan berlangsung. “Kenaikan tertinggi sampai Rp 10 juta pada model Honda Accord, sedangkan Honda Jazz kenaikan sekitar Rp 5 juta,” tukasnya

Kendati demikian, kinerja ATPM tertolong dengan adanya penurunan BI rate. Buktinya penjualan Honda mengalami peningkatan pada Maret ini menjadi sekitar 2.597 unit. Sedangkan pada bukan Ferbruari lalu penjualan Honda hanya mencapai 2.300 unit. “Kenaikannya sekitar 12%,” tukasnya.

Dari kenaikan itu, Honda Jazz memberikan kontribusi sebesar 60% terhadap penjualan. Posisi berikutnya disumbangkan dari Honda CRV sebanyak 30%. Sisanya dari kelas sedan lainnya.

Sementara itu, menurut Manajer Umum Penjualan Toyota Astra Motor (TAM) Jodjana Djody, pihaknya juga sudah menaikkan harga jual produknya. Besaran kenaikannya sekitar 5 % untuk semua model. Mereka juga menaikkan harga jual tersebut secara bertahap. “Kalau dinaikkan sekaligus, konsumen bisa kaget,” tukasnya.

Langkah serupa juga dilakukan oleh Mazda. Pada bulan ini, kenaikan harga semua model Mazda itu mencapai 5%. Kenaikan tertinggi pada Mazda 6 sekitar Rp 12 juta. Sedangkan model yang lainnya seperti Mazda BT dan CX rata-rata naik sekitar Rp 5 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×