kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.058   24,00   0,13%
  • IDX 4.993   -192,28   -3,71%
  • KOMPAS100 630   -27,52   -4,18%
  • LQ45 488   -20,10   -3,95%
  • ISSI 172   -7,34   -4,09%
  • IDX30 274   -10,15   -3,58%
  • IDXHIDIV20 357   -9,14   -2,49%
  • IDX80 72   -3,05   -4,04%
  • IDXV30 100   -1,89   -1,84%
  • IDXQ30 90   -3,14   -3,37%

Autopedia (ASLC) Bidik Pertumbuhan Penjualan Mobil Bekas pada Momentum Nataru


Senin, 19 Oktober 2026 / 14:11 WIB
Autopedia (ASLC) Bidik Pertumbuhan Penjualan Mobil Bekas pada Momentum Nataru
ILUSTRASI. PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) ingin memperkuat posisi di pasar mobil bekas (DOK/ASLC)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) menilik pertumbuhan penjualan di sisa tahun ini seiring dengan momentum natal dan tahun baru (nataru) yang termasuk high season penjualan mobil bekas. 

Presiden Direktur ASLC Jany Candra menyatakan pihaknya optimistis perusahaan akan mengalami pertumbuhan lebih tinggi pada kuartal IV-2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Di mana penjualan, pada periode ini penjualan akan banyak terpengaruh dengan adanya high season nataru. 

“Pada saat yang sama, perusahaan juga akan meninjau kondisi yang terjadi pada kuartal tersebut terhadap strategi yang dijalankan,” ungkap Jany, kepada Kontan belum lama ini. 

Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Harus Antisipasi Gangguan Pasokan Energi

Ia melanjutkan, dengan melihat kondisi ekonomi yang membaik dan faktor geopolitik saat ini yang sudah mulai stabil, manajemen juga berharap kinerja tahun 2027 akan lebih baik dari tahun sebelumnya. 

Sebagai gambaran, ASLC tercatat membukukan kenaikan pendapatan hingga 31,9% YoY menjadi  Rp 589,9 miliar pada semester pertama tahun ini, sehingga bisa mencatatkan laba bersih sebesar Rp 8,9 miliar.

Pendapatan dari transaksi mobil bekas melalui Caroline.id masih menjadi sumbu utama pendapatan perusahaan  pada periode tersebut. 

Dengan perolehan mencapai Rp 493,4 miliar, pendapatan dari transaksi mobil bekas ini tumbuh 57,4% YoY. dibandingkan Rp 313,4 miliar pada posisi yang sama tahun sebelumnya. 

Di sisi lain, perusahaan juga melihat peluang pertumbuhan pada permintaan mobil listrik alias electric vehicle bekas  seiring dengan faktor minat konsumen yang sudah mulai terbentuk saat ini.

Ia menyebutkan pada ekosistem ASLC  transaksi mobil listrik bekas saat ini masih relatif terbatas dibandingkan kendaraan konvensional. Namun, pihaknya melihat segmen ini memiliki ruang pertumbuhan yang cukup baik ke depan.

Salah satu faktor yang memengaruhi masih terbatasnya pasokan mobil listrik bekas adalah usia adopsi EV di pasar Indonesia yang relatif masih muda. 

“Dengan semakin banyaknya mobil listrik yang telah beredar dan memasuki usia penggunaan beberapa tahun, kami melihat potensi pasokan serta transaksi mobil listrik bekas akan semakin berkembang,” jelasnya. 

Baca Juga: BCA Income Index Ungkap Tren Pendapatan 500.000 Perusahaan Menurun, Sinyal Ekonomi?

Untuk ke depannya, perusahaan akan terus memantau perkembangan permintaan, ketersediaan unit, serta pergerakan harga di segmen EV bekas untuk menangkap peluang pertumbuhan di pasar kendaraan bekas secara lebih luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×