kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bahas transportasi, Basuki temui bos Kereta Api


Jumat, 19 Oktober 2012 / 10:21 WIB
ILUSTRASI. Kenapa vaksin Covid-19 Moderna hanya untuk tenaga kesehatan? Apa efek samping


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Untuk mengatasi kemacetan di wilayah DKI Jakarta, pemerintah DKI Jakarta melewati Wakil Gubernur Basuki T. Purnama sudah melakukan pertemuan dengan bos PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengaku komitmen untuk mengembangkan jaringan kereta api commuter bersama PT KAI. "Dalam pertemuan tersebut disampaikan, bahwa Jakarta membutuhkan kereta api untuk mengurangi macet," kata Sulistyo Limbo,Direktur Pemasaran PT KAI di Jakarta, Jumat (19/10).

Dalam acara BUMN Marketeers Club itu, Sulistyo bilang, kedua lembaga sepakat untuk kerjasama guna untuk meningkatkan kapasitas dan perjalanan kereta api, khususnya commuter line.

Nah, untuk itu perusahaan pelat merah ini telah meminta Pemrov DKI Jakarta untuk membangun underpass atau fly over di perlintasan Kereta Api agar dapat meningkatkan jumlah perjalanan Commuter Line di Jakarta.

Sebagai catatan saja, saat ini terdapat 14 perlintasan kereta api yang masih menjadi titik kemacetan jika kereta melintas. "Nanti semua pembangunan (flyover dan underpass) dibiayai Pemda," tambahnya.

Disisi lain, untuk rencana penambahan Commuter Line tahun depan, KAI belum dapat diprediksi karena menunggu kereta bekas asal Jepang. Hal ini dilakukan karena kereta api buatan dalam negeri harganya delapan kali lipat dari harga kereta api bekas asal Jepang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×