kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Bahlil Klaim Devisa Batubara Bisa Tembus US$ 30 Miliar, PNBP Rp 160 Triliun pada 2026


Rabu, 21 Oktober 2026 / 20:15 WIB
Bahlil Klaim Devisa Batubara Bisa Tembus US$ 30 Miliar, PNBP Rp 160 Triliun pada 2026
ILUSTRASI. Menteri ESDM sampaikan keterangan pers stok BBM (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengklaim penerimaan sektor pertambangan bakal melampaui target, meski produksi dalam tren penurunan.

Hal tersebut disampaikan Bahlil usai Rapat Paripurna Kabinet dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor pertambangan batubara bakal melebihi target awal yang disepakati. 

Baca Juga: Honda Sambut Positif Rencana Perluasan Insentif Kendaraan Elektrifikasi

"Saya tadi menyampaikan tentang capaian kinerja di sektor ESDM. Batubara kita, sekalipun produksinya menurun, tapi target PNBP kita bisa melampaui target," ujar Bahlil.

Bahlil memproyeksikan perolehan devisa ekspor batubara dapat melampaui target US$ 27 miliar hingga menembus angka di atas US$ 30 miliar tahun ini. Padahal di tahun ini pemerintah mematok devisa ekspor batubara sebesar US$ 27 miliar.

Selain itu, Bahlil juga 'Pede' bahwa PNBP di sektor minerba bakal menembus target yang sudah ditetapkan pada tahun ini.

"Target devisa dari sektor batubara di tahun ini, itu akan mencapai lebih target. Kita target kan US$ 27 miliar, ini akan bisa mencapai di atas US$ 30 miliar. Pendapatan negara PNBP kita dari Rp 133 triliun, itu bisa mencapai di atas Rp 160 triliun lebih," pungkasnya.

Sebelumnya, hingga 31 Agustus 2026 Kementerian ESDM melaporkan penerimaan dari sektor tambang sudah mencapai Rp 108 triliun.

Di samping itu, produksi batubara diklaim mengalami penurunan sekitar 8 juta ton secara bulanan di periode tahun ini.

"Jadi secara produksi kita secara bulanan turun 8 juta, tapi secara PNBP kita naik 7 triliun. Artinya setiap tahun kita mengalami kenaikan Rp 1 triliun dengan produksi turun 8 juta ton," kata Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno beberapa waktu lalu. 

Baca Juga: Zyrexindo (ZYRX) Naikkan Harga Laptop 5%-10%, Ini Penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×