kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Bakrie Power Gandeng Perusahaan Korea


Kamis, 25 Maret 2010 / 09:02 WIB


Sumber: Kontan | Editor: Test Test

JAKARTA. Satu persatu perusahaan swasta yang getol membangun Independent Power Producer (IPP) bermunculan. Salah satunya adalah PT Bakrie Power Corporation. Perusahaan energi milik keluarga Bakrie ini berencana menggandeng Korea Electricity Power Company (KEPCO). KEPCO adalah produsen listrik asal Korea Selatan.

Rencananya, keduanya akan membentuk perusahaan patungan (joint venture). "Kami akan memiliki saham mayoritas dalam kerjasama itu," tukas Direktur Bakrie Power Ali Herman Ibrahim, Rabu (24/3). Nantinya, Bakrie Power akan menguasai 65% saham di perusahaan patungan. Adapun KEPCO cukup mengempit 35% sisanya.

Perusahaan patungan tersebut akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sangatta, Kalimantan Timur dengan kapasitas 2x100 Megawatt. Jika tak ada halangan, PLTU tersebut akan di bangun di sekitar wilayah pertambangan batubara milik PT Kaltim Prima Coal (KPC). KPC adalah anak usaha PT Bumi Resources Tbk, perusahaan milik Bakrie yang menjadi produsen batubara terbesar di Indonesia. Catatan saja, Bakrie Power merupakan anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk, induk Bumi.

Nah, untuk menyelesaikan proyek tersebut, Bakrie Power memiliki waktu tiga tahun. Jika tidak ada aral melintang, pembangunan pembangkit akan dilakukan mulai 2013 dan akan rampung pada 2016 mendatang. Ali menghitung, nilai investasi untuk proyek tersebut mencapai US$ 350 juta sampai US$ 400 juta. Sayang, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai sumber pendanaan proyek ini.

Menurut Ali, Bakrie Power menggandeng KEPCO lantaran perusahaan asal Negeri Ginseng tersebut memiliki segudang pengalaman dalam mengembangkan pembangkit listrik swasta. Saat ini, seluruh proses perizinan sudah diperoleh dari Pemerintah Daerah Kalimantan Timur.

Di saat yang sama, Bakrie Power sendiri sudah merampungkan berbagai persiapan teknis. Alhasil, kedua perusahaan tinggal merampungkan negosiasi harga pembelian listrik dengan PT PLN yang membeli listrik itu. "Kami ajukan harga ke PLN di atas 6,5 dolar AS per kwh,"kata Ali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×