kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Bandung semakin tak nyaman untuk wisatawan


Minggu, 20 Mei 2012 / 08:18 WIB
ILUSTRASI. Kapal penyeberangan KMP Batumandi milik ASDP Indonesia Ferry


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BANDUNG. Wisatawan yang datang ke Kota Bandung, Jawa Barat, mengaku kurang nyaman. Selain terjebak macet, wisatawan juga diganggu banyaknya anak jalanan (anjal), gelandangan, dan pengemis (gepeng) yang berkeliaran di pusat-pusat keramaian di Kota Bandung.

"Anjal tidak hanya ada di tempat makan, namun hampir di setiap tempat. Di masjid, pusat perbelanjaan, bahkan baru berjalan dengan mobil ketemu lagi dengan anjal di lampu merah," ujar Setiadi, warga asal Jakarta, Sabtu (19/5), saat ditemui di Masjid Raya.

Sementara, Kepala Seksi Tuna Sosial Dinsos Kota Bandung Tjutju Surjana mengungkapkan, setiap libur akhir pekan, jumlah anjal dan pengemis meningkat hingga 10%.

"Peningkatan pengemis karena melonjaknya wisatawan ke Kota Bandung. Ibarat pepatah, ada gula ada semut, semakin banyak wisatawan yang datang, makin banyak pengemis memanfaatkan," papar Tjutju.

Jumlah anjal dan gepeng di Bandung berdasarkan data Dinas Sosial, lanjutnya, saat ini tercatat sebanyak 5.111 orang. "Mayoritas anjal dan gepeng berasal dari luar Kota Bandung, seperti Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat," jelasnya.

Untuk mengantisipasi bertambah banyaknya gepeng dan anjal, razia pun kerap dilakukan. Sayangnya, langkah tersebut belum membuahkan hasil, karena anjal tetap marak. (Yaspen Martinus/Tribunnews)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×