kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.017   -32,00   -0,19%
  • IDX 7.151   102,46   1,45%
  • KOMPAS100 987   15,12   1,56%
  • LQ45 724   8,45   1,18%
  • ISSI 255   4,01   1,60%
  • IDX30 392   3,86   0,99%
  • IDXHIDIV20 488   0,46   0,10%
  • IDX80 111   1,56   1,42%
  • IDXV30 135   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 128   1,13   0,89%

Bangun pabrik, Semen Baturaja butuh Rp 2,5 triliun


Selasa, 24 Januari 2012 / 17:33 WIB
ILUSTRASI. Petugas teller memperlihatkan pecahan 100 dollar US dan pecahan 100 rupiah di salah satu bank di Jakarta./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo.


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Semen Baturaja membutuhkan banyak dana segar tahun ini. Paling tidak, perusahaan yang berniat segera menggelar penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO) ini membutuhkan dana hingga Rp 2,5 triliun di tahun ini.

"Dana itu untuk membangun pabrik baru di wilayah Sumatra," kata Direktur Utama Semen Baturaja Pamudji Raharjo saat ditemui di Jakarta, Selasa (24/1).

Tapi Pamudji menegaskan, kebutuhan dana tersebut tidak akan sepenuhnya dipenuhi dari dana IPO. Karena perusahaan pelat itu pun berniat melakukan pinjaman dari perbankan, dan kas internal untuk menutupi kekurangan dana pembangunan pabrik itu. Lagipula Semen Baturaja belum menghitung berapa besar saham yang akan dilepas. "Maksimal 30%," ungkapnya

Perusahaan akan memulai pembangunan pabrik berkapasitas 1,5 juta ton tersebut di 2013 mendatang, dan ditargetkan dapat selesai pada 2015. Saat ini perusahaan sedang melakukan proses persiapan.

Dengan adanya pabrik baru tersebut, maka kapasitas produksi Semen Baturaja akan mencapai 3,5 juta ton. Saat ini, kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan pelat merah ini hanya 1,25 juta ton.

Namun, di akhir 2012, akan ada pabrik baru yang berproduksi dengan kapasitas sekitar 700.000 ton. Artinya di akhir tahun, kapasitas produksi semen yang dimiliki Semen Baturaja mencapai 2 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×