kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bekasi Fajar terima minat pembelian lahan industri 72 hektare


Senin, 09 April 2018 / 19:04 WIB
ILUSTRASI. PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) optimistis penjualan lahan di kawasan industri MM21 Cibitung masih akan ramai hingga akhir tahun. Oleh karena itu, perusahaan masih cukup yakin target marketing sales yang dipatok di 2018 akan tercapai.

Optimisme BEST tersebut didukung dengan banyaknya minat pembelian lahan yang sedang ditangani perusahaan hingga saat ini. Jumlah inquiries yang dihadapi emiten kawasan industri ini mencapai 72 hektare (ha).

Seri, Investor Relation BEST mengatakan, pernyataan minat pembelian lahan itu datang dari sektor logistik, konsumer, manufaktur dan otomotif. "Jadi kami masih optimis target tahun ini tercapai," ujarnya pada Kontan.co.id, Senin (9/4).

Tahun ini, BEST menargetkan marketing sales atau penjualan pemasaran lahan industri sekitar 35 ha- 45 ha dengan nilai sekitar Rp 1 triliun. Sementara selama tiga bulan pertama 2018, perusahaan baru mencatatkan penjualan lahan seluas 4,3 ha dengan nilai sebesar Rp 125 miliar atau sekitar 10%-12,8% dari target.

Marketing sales tersebut diperoleh dari penjualan lahan kepada tiga perusahaan yang masing-masing bergerak di sektor konsumer, manufaktur dan otomotif. Adapun harga lahan di MM2100 tahun ini akan dibanderol sekitar Rp 2,6 juta-Rp 3,2 juta per meter persegi (m2) tergantung ukuran lahan. Sementara tahun lalu, harga lahan masih berkisar dari Rp 2,6 juta -Rp 3 juta per m2.

Di samping terus menjajakan lahan, BEST juga masih terus melanjutkan ekpansi. Tahun ini, perusahaan menganggarkan belanja modal sekitar Rp 600 miliar-Rp 700 miliar. Dana tersebut akan dipakai untuk akuisisi lahan di Bekasi yang ditargetkan sekitar 50-60 ha di Bekasi, pengembangan infrastruktur kawasan industri dan lain-lain.

Sementara sepanjang tahun 2017, BEST berhasil mencatatkan kinerja positif. Pendapatan usaha perusahaan tumbuh 22% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 1 triliun. Adapun laba bersih meningkat 43,8% menjadi Rp 483,3 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×