kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Benarkah ini saatnya borong barang di marketplace China?


Rabu, 07 Agustus 2019 / 09:27 WIB

Benarkah ini saatnya borong barang di marketplace China?

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak Senin (5/8) lalu, nilai tukar mata uang yuan masih melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Pelemahan yuan juga terjadi saat berhadapan dengan rupiah.

Baca Juga: Yuan "melemahkan diri" terhadap dollar, bagaimana posisi yuan versus rupiah?

Saat mata uang China ini tak berdaya, apakah ini saat yang tepat untuk memborong barang-barang di marketplace China? Sebab, jika dikonversikan ke dalam rupiah, tentu harga barang di China akan lebih murah.

Satu catatan bagi Anda yang ingin memborong barang-barang dari marketplace China, perhatikan mata uang yang ditransaksikan di situs terkait. Jika menggunakan mata uang dollar, tentu ini bukan saat yang tepat untuk memborong. Sebaiknya pilih situs yang menawarkan barang dengan mata uang yuan. Pasalnya, nilai tukar rupiah saat ini mencatatkan pelemahan terhadap dollar AS.

Di Indonesia, ada sejumlah marketplace asal China yang sangat terkenal. Beberapa di antaranya adalah Alibaba, Aliexpress, dan Taobao. Namun, agar tidak buntung, mari kita kulik satu per satu marketplace ini.

- Alibaba

Alibaba merupakan salah satu perusahaan multinasional berbasis di China yang didirikan pada tahun 1999 silam oleh Jack Ma. Alibaba saat ini sudah menjelma menjadi sebuah perusahaan besar yang sudah menghasilkan jutaan dollar meski memulai bisnisnya dari penjualan dan pembelian secara Business to business (B2B).

Baca Juga: Pendapatan Alibaba pada periode Januari-Maret 2019 naik melebihi ekspektasi

Lama kelamaan, bisnis Alibaba semakin berkembang menjadi Business to Custumer (B2C), Customer to Customer (C2C), Cloud Computing, hingga jasa pembayaran. Mengutip Reuters, Alibaba melaporkan pendapatan grup sebesar CNY 93,50 miliar (US$ 13,6 miliar) pada periode Januari-Maret 2019, naik 51% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian pendapatan ini mengalahkan proyeksi yang sebesar CNY 91,56 miliar, menurut data IBES dari Refinitif.

Nah, situs jual beli online ini bertaraf internasional. Alhasil, barang yang ditransaksikan menggunakan mata uang dollar AS (US$).


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0436 || diagnostic_web = 0.3083

Close [X]
×