kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.622   69,00   0,39%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Berhasil Jual Lebih dari 340 Juta Botol Sejak 2010, Pigeon Tak Berhenti Berinovasi


Rabu, 18 September 2024 / 14:35 WIB
Berhasil Jual Lebih dari 340 Juta Botol Sejak 2010, Pigeon Tak Berhenti Berinovasi
ILUSTRASI. Pigeon mencatatkan sebagai brand nomor satu dalam botol susu anak dan kali ini meluncurkan produk baru Pigeon SoftTouch


Reporter: Francisca Bertha Vistika | Editor: Francisca bertha

KONTAN.CO.ID - Meski sudah berhasil mencatatkan penjualannya yang memuaskan sepanjang 2010 hingga saat ini, Pigeon tak berhenti berinovasi dalam produk. Kali ini Pigeon menghadirkan botol susu yang diklaim ramah lingkungan. 

Mastaka Hango, Managing Director Pigeon mengatakan bahwa semenjak 2010 hingga 2020, perusahaannya telah berhasil menjual lebih dari 340 juta botol susu di 90 negara. "Bahkan, Pigeon berhasil mencatatkan Global Market Share of Nursing Bottles di 2023 sebesar 11%," katanya pada saat peluncuran produk baru Pigeon yang dihadiri KONTAN, pada Selasa (17/9). 

Baca Juga: Sejak Pertama Masuk 2020 Hingga Sekarang, Saham SAME Tak Henti Diborong Emtek (EMTK)

Untuk terus memperluas pasarnya, Pigeon meluncrukan produk baru yaitu SoftTouch yang menggunakan bahan Biomass-PP wide Neck. Dalam rangka mendorong keberlanjutan dan juga ramah lingkungan, Pigeion memakai 20% Biomass-PP yang telah tersertifikasi. 

Sebagai informasi, Biomass-PP adalah plastik ramah lingkungan yang terbuat dari bahan produk terbarukan industri makanan dan kehutana seperti cooking oil dan wood derived oil. 

Pigeon mengklaimm bahwa dengan produk terbarunya ini, Pigeon turun mengurang 70% jejak karbon dibandingkan dengan PP berbasis fosil slama siklus hidup. "Hal ini kami lakukan untuk dapat berkontribusi dalam menciptakan genearasi emas mendatang," ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×