kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45889,80   -6,05   -0.68%
  • EMAS1.327.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Biaya Investasi Masela Membangkak US$ 1 Miliar, Ini Penyebabnya


Selasa, 07 November 2023 / 09:10 WIB
Biaya Investasi Masela Membangkak US$ 1 Miliar, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Revisi rencana pengembangan Blok Masela menambah implementasi Carbon Capture Storage (CCS) akan menambah biaya investasi


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Revisi rencana pengembangan alias Plan of Development (POD) Blok Masela dengan menambah implementasi Carbon Capture Storage (CCS) akan menambah biaya investasi terhadap blok tersebut.

Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Benny Lubiantara mengungkapkan, nilai investasi Blok Masela diperkirakan tidak akan berbeda jauh dengan rencana sebelumnya. Peningkatan nilai investasi bersumber dari proyek CCS.

"Sama (nilai investasi) hanya tambahan dari CCS saja, itu sekitar US$ 1 miliar," kata Benny ditemui di Kementerian ESDM, Senin (11/6).

Benny menjelaskan, konsorsium Blok Masela yang terdiri dari Inpex, Pertamina dan Petronas telah mengajukan revisi POD yang baru.

Baca Juga: Petronas Ingin Gandeng Mubadala dan Harbour Energy Garap Andaman III

Saat ini, Pemerintah tengah melakukan evaluasi POD tersebut.

Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengemukakan segera melakukan evaluasi PoD Lapangan Abadi Masela. Dia harap proses ini bisa segera diselesaikan supaya pengembangan bisa segera berjalan.

“Iya kami ingin cepat-cepat supaya (Blok Masela) produksi,” ujarnya di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (20/10).

Di tahun ini pula, pemerintah dikabarkan akan menyetujui revisi PoD Blok Masela

“Makanya sekarang tim kami tuh kerja keras semua buat menyelesaikan apa-apa yg bisa diselesaikan, cepat, biar tidak melanggar aturan, jangan ditahan-tahan,” tegasnya.

Adapun, dalam POD I Blok Masela sebelumnya, nilai POD Blok Masela disebut mencapai US$ 19,858 miliar atau setara Rp 297,87 triliun (Kurs Rp 15.000 per dolar AS).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×