kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Binakarya lirik proyek properti di Bali


Jumat, 12 Juni 2015 / 22:39 WIB
Binakarya lirik proyek properti di Bali


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA.  PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (Binakarya) berencana mengembangkan tiga proyek properti baru, dua lokasi di Bali dan satu lagi di Bekasi, Jawa Barat, memanfaatkan lahan total puluhan ribu meter persegi.

"Tiga proyek properti ini akan dikembangkan melalui entitas anak usaha perseroan," ujar Presiden Direktur PT Binakarya Jaya Abadi Tbk Budianto Halim di Jakarta, Jumat (12/6).

Ia mengatakan sejumlah pembangunan tersebut adalah Hotel Horisan Bali yang dikembangkan PT Binakarya Makmur Sentosa, dengan luas area mendekati dua ribu meter persegi dan ditargetkan selesai pada 2017.

Proyek kedua adalah Hotel Dhyana Pura Seminyak di Bali, yang dikembangkan melalui PT Karya Cipta Makmur Abadi, dengan luas lahan hampir 13 ribu meter persegi, dan ditargetkan selesai pada 2018.

Yang terakhir akan dibangun oleh PT Binakarya Makmur Abadi berupa pengembangan Apartemen Juanda yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, dengan luas lahan proyek melebihi 11 ribu meter persegi, serta ditargetkan tuntas tahun 2019, tambahnya.

"Ke depan kami merencanakan proyek baru sejalan dengan akuisisi perseroan terhadap lahan-lahan potensial," kata Halim.

Perusahaan yang dikenal sebagai pengembang properti itu, pada Jumat (12/6) juga memaparkan rencana penerbitan 238.150.769 saham baru dengan kisaran harga Rp900 hingga Rp1.300 per lembar, serta menargetkan perolehan dana sebesar Rp310 miliar dari kegiatan itu.

Dana hasil Initial Public Offering (IPO) nantinya akan digunakan antara lain untuk belanja modal sekitar 50 persen, kemudian juga sebagai 'refinancing' utang dan modal kerja, masing-masing sebesar 30 dan 20 persen.

Selain itu, masa penawaran awal akan dimulai empat Juni hingga 11 Juni 2015, di mana perseroan masih menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar penawaran umum pada 23 sampai 26 Juni 2015 dapat dilakukan.

Selanjutnya, perseroan berencana melakukan penjatahan saham pada 29 Juni 2015 serta distribusi saham pada 30 Juni 2015, yang mana pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia akan digelar pada satu Juli 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×