kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.976   32,00   0,18%
  • IDX 5.835   -163,92   -2,73%
  • KOMPAS100 756   -21,92   -2,82%
  • LQ45 576   -12,19   -2,07%
  • ISSI 201   -6,99   -3,36%
  • IDX30 327   -6,49   -1,95%
  • IDXHIDIV20 401   -7,57   -1,85%
  • IDX80 86   -2,32   -2,64%
  • IDXV30 109   -2,37   -2,14%
  • IDXQ30 105   -1,93   -1,81%

Bintraco Dharma (CARS) Targetkan Pendapatan Rp 4,6 Triliun pada 2026


Jumat, 26 Juni 2026 / 10:35 WIB
Bintraco Dharma (CARS) Targetkan Pendapatan Rp 4,6 Triliun pada 2026
ILUSTRASI. PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) menargetkan pendapatan Rp 4,6 triliun dan laba bersih Rp 150 miliar sepanjang 2026. ? (Dok/CARS)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp 4,6 triliun dan laba bersih Rp 150 miliar sepanjang 2026. 

Direktur Utama CARS Benny Redjo Setyono mengatakan perusahaan masih memproyeksikan adanya pertumbuhan penjualan pada tahun ini. Faktor utama yang akan menentukan pencapaian kinerja tersebut adalah komposisi penjualan atau product mix.

"Proyeksikan kita tetap ada kenaikan sedikit tapi sebetulnya yang menentukan profitability akan meningkat, semua tergantung dari (product) mix-nya. Tapi kita juga bisa bertahan di tahun lalu karena mix-nya. Kita juga harus memperhatikan kebutuhan pasar," ujar Benny, dalam agenda paparan publik, Kamis (25/6/2026). 

Sebagai bekal untuk mencapai target tahun ini, CARS berharap kinerja semester I-2026 dapat melampaui pencapaian pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Kinerja Kuartal I Stagnan, CARS Incar Peluang Pertumbuhan dari Mobil Hybrid

Lebih lanjut, manajemen juga menargetkan dapat mengembalikan capaian EBITDA ke level yang pernah diraih pada 2024 yakni sebesar Rp 413 miliar.

Menurut Benny, salah satu yang menjadi keunggulan Grup Nasmoco sebagai dealer Toyota adalah portofolio produk yang lengkap di seluruh segmen kendaraan, mulai dari internal combustion engine (ICE), hybrid hingga battery electric vehicle (BEV).

Di sisi lain, CARS juga tetap membuka peluang ekspansi jaringan dealer maupun cabang baru apabila terdapat wilayah yang memenuhi kriteria yang ditetapkan bersama prinsipal.

Maklumlah, Toyota menerapkan pendekatan yang hati-hati dalam ekspansi jaringan agar pembukaan dealer baru tetap memberikan keuntungan bagi operator dealer.

"Potensi penambahan dealer atau cabang di tempat kami menjadi perhatian kami sepanjang itu memenuhi kualifikasi persyaratan yang kita miliki. Tentu itu akan dibangun di daerah-daerah yang memenuhi kriteria pembukaan dealer," kata Benny.

Untuk mendukung rencana ekspansi bisnis dan pengembangan operasional tahun ini,CARS mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 112 miliar hingga Rp 120 miliar pada tahun ini.

Di tengah target pertumbuhan tersebut, CARS masih harus menghadapi tantangan dari kondisi industri otomotif nasional yang belum sepenuhnya pulih. 

Wilayah operasional utama perseroan di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta juga menghadapi tekanan dari penerapan opsen pajak daerah yang meningkatkan biaya kepemilikan kendaraan, termasuk kenaikan biaya bea balik nama kendaraan bermotor.

Baca Juga: Proyek Gas Abadi Masela Terus Berjalan, Menteri ESDM: Konstruksi Mulai pada 2027

Meski demikian, perseroan melihat perkembangan kendaraan elektrifikasi justru membuka peluang pertumbuhan baru. Pada kuartal I-2026, pangsa pasar kendaraan listrik di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta telah mencapai sekitar 8%, sementara kendaraan hybrid mencapai 11%.

CARS menilai tren tersebut sejalan dengan strategi perusahaan untuk menghadirkan produk di seluruh segmen kendaraan, termasuk hybrid dan kendaraan listrik murni.

Per kuartal I-2026, volume penjualan mobil CARS tercatat turun 19% secara tahunan menjadi sekitar 3.105 unit dari 3.835 unit pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan volume penjualan tersebut menyebabkan pendapatan perseroan turun 21% menjadi Rp 1,1 triliun dari sebelumnya Rp 1,4 triliun.

Namun, berkat berbagai langkah efisiensi internal seperti pengendalian gross profit margin, penghematan biaya operasional dan optimalisasi pengelolaan modal kerja untuk menekan biaya bunga, laba bersih CARS hanya turun terbatas sebesar 4% menjadi Rp 46 miliar dari Rp 48 miliar pada kuartal I-2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×