kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.994   50,00   0,28%
  • IDX 5.880   -118,64   -1,98%
  • KOMPAS100 762   -15,33   -1,97%
  • LQ45 579   -9,05   -1,54%
  • ISSI 203   -5,27   -2,53%
  • IDX30 328   -4,77   -1,43%
  • IDXHIDIV20 403   -5,95   -1,46%
  • IDX80 86   -1,74   -1,98%
  • IDXV30 109   -1,88   -1,69%
  • IDXQ30 105   -1,45   -1,36%

Proyek Gas Abadi Masela Terus Berjalan, Menteri ESDM: Konstruksi Mulai pada 2027


Jumat, 26 Juni 2026 / 09:35 WIB
Proyek Gas Abadi Masela Terus Berjalan, Menteri ESDM: Konstruksi Mulai pada 2027
ILUSTRASI. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan proyek ladang gas raksasa Abadi Masela ?ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2027.(Google Maps/TerraMetrics)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek ladang gas raksasa Abadi Masela di Maluku akan segera memasuki babak baru. Proyek yang berstatus sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) ini ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2027.

Bahlil memastikan pemerintah terus mendorong percepatan proyek tersebut agar hambatan investasi yang pernah terjadi tidak terulang kembali. Sejumlah tahapan krusial telah menunjukkan perkembangan positif, termasuk proses Front End Engineering and Design (FEED).

"Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai, nah setelah akhirnya sudah ada keputusan, sudah ada kajian, saya kasih tahu Inpex untuk segera jalan. Sekarang alhamdulillah sudah jalan. Tahun 2027 konstruksi," ujar Bahlil melalui keterangan resmi Kementerian ESDM yang disiarkan pada Kamis (25/6/2026).

Baca Juga: Pemerintah Resmikan Mini LNG Plant di Jatim, Bisa Produksi LPG 9.800 Ton per Tahun

Blok Masela merupakan salah satu aset gas bumi terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini. Pemerintah menargetkan proyek yang dioperasikan oleh Inpex Corporation bersama mitra ini dapat mulai berproduksi pada periode 2029-2030 guna memperkuat ketahanan energi nasional.

"Tahun 2029 hingga 2030, sudah bisa berproduksi, dan itu salah satu yang terbesar di Indonesia," imbuh Bahlil.

Sebelumnya, dalam kunjungan kenegaraan bersama Presiden  Prabowo Subianto ke Jepang pada Maret 2026, Bahlil mendapat arahan untuk mempercepat dua agenda utama, yakni investasi transisi energi dan penyelesaian proyek strategis Blok Masela. Menindaklanjuti arahan tersebut, Bahlil mengundang CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, untuk membahas percepatan pengembangan Blok Masela.

Baca Juga: Strategi Pertamina Trans Kontinental Incar Laba Bersih di Atas Rp 1 Triliun pada 2026

Proyek dengan nilai sekitar US$ 20 miliar atau setara Rp 339 triliun (kurs Rp16.900 per dolar AS) ini menjadi salah satu proyek energi terbesar yang tengah didorong pemerintah. Dalam pertemuan tersebut, Takayuki Ueda menyampaikan komitmen INPEX untuk mempercepat penyelesaian Proyek Abadi Masela. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×