kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Bisnis nada dering masih nyaring


Rabu, 13 Januari 2016 / 10:42 WIB


Reporter: Pamela Sarnia | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kendati operator seluler kini tengah gandrung ekspansi bisnis di layanan data seperti teknologi 4G LTE, ada juga operator yang tidak melupakan bisnis lawas. Salah satunya PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang tetap mengoptimalkan bisnis value added services (VAS) seperti nada dering alias ring back tone (RBT) yang pernah ngetop.

Yang terbaru, operator seluler ini bahkan  membuat fitur nada dering MoodMusic. Yakni fitur yang memberi keleluasaan konsumen untuk mengekspresikan rasa lewat musik. "Kami melihat, layanan RBT paling tahan banting, baik sisi pelanggan maupun pendapatan. Makanya perusahaan ini berinovasi pada layanan ini," ucap Vice President Brand Management XL Axiata Riza Rachmadsyah saat temu media,  Selasa (12/1).

Aksi bisnis XL ini tidak terlepas dari pendapatan layanan nilai tambah (VAS) yang terbilang lumayan. Hingga September 2015 lalu, pendapatan layanan nilai tambah XL Axiata berkisar Rp 700 miliar. Artinya, VAS masih sanggup memberi kontribusi 4% dari total pendapatan EXCL di periode tersebut.

Dari total pendapatan VAS tersebut, kontribusi dari layanan RBT sebesar 30%-40%. Sedangkan layanan VAS yang lain seperti komunikasi tertulis alias chatting berkontribusi 20%-30%.

Nah, dengan adanya layanan RBT tambahan tersebut, operator seluler ini menargetkan pendapatan VAS bisa mencapai Rp 800 miliar sampai akhir tahun ini. Atau tumbuh 14,2% dari pendapatan VAS di kuartal III-2015.

Selain kinerja, XL berharap keberadaan MoodMusic ini bisa menambah jumlah pelanggan VAS sebanyak 2,5 juta pelanggan. Saat ini, jumlah pelanggan layanan VAS dari XL ada sembilan juta pelanggan. Sekitar 2,5 juta pelanggan berasal dari pelanggan RBT.

PT Telekomunikasi Selular Tbk (Telkomsel) pun masih melihat ada potensi pasar untuk layanan RBT. Biar menarik, perusahaan ini membuat bundel fitur nada dering dengan kartu perdana.

Inovasi inilah yang membuat nada dering masih hidup.  "Nada sambung masih diminati," ujar General Manager External Communications Telkomsel Denny Abidin ke KONTAN, Selasa (11/1).

Lewat aksi ini, Telkomsel berharap, pertumbuhan bisnis RBT yang saban tahun 30%-40% sejak 2013 bisa terjaga. Adapun jumlah pelanggan RBT Telkomsel yang saat ini empat sampai lima juta bisa tambah enam juta pelanggan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×