Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – SEOUL. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Indonesia telah menemukan sumber pengganti impor minyak mentah atau crude oil selain negara-negara di Timur Tengah. Langkah ini dinilai strategis untuk menjamin ketahanan pasokan energi nasional.
“Yang pertama, untuk menjamin pasokan BBM kita ada dua. Yang kena di middle east itu adalah crude-nya, sementara minyak jadinya (BBM) tidak dari middle east,” ungkap Bahlil dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Selasa (31/03/2026) malam.
Pasokan LPG Hanya Sebagian dari Timur Tengah
Bahlil menambahkan bahwa impor LPG Indonesia dari Timur Tengah hanya sekitar 20 persen dari total kebutuhan nasional.
Baca Juga: Harga CPO Diproyeksi Naik Tajam hingga Juni 2026, Dipicu Kenaikan Energi Global
“Yang kedua soal LPG, berapa persen dari total kebutuhan kita dari middle east itu sekitar hanya 20 persen,” ungkap dia.
Pemerintah pun menargetkan agar mayoritas impor LPG berasal dari negara non-Timur Tengah, terutama dari Amerika.
“Dan LPG kita dorong mengambil beberapa di negara non middle east, terutama dari Amerika,” tambahnya.
Negara Pengganti Minyak Mentah Sudah Ditemukan
Lebih lanjut, Bahlil menyebut bahwa pemerintah telah menemukan negara pengganti yang dapat memasok minyak mentah untuk Indonesia. Meski begitu, Bahlil tidak merinci nama negara pengganti tersebut.
“Nah, ketika terjadi ketegangan di Timteng, pemerintah atas arahan Bapak Presiden sumber-sumber pasokan lain, dan Alhamdulilah sudah dapat pengganti dari middle east,” jelasnya.
Produksi BBM Dalam Negeri Meningkat
Selain itu, dengan beroperasinya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Indonesia diproyeksikan dapat memproduksi BBM RON 90, 93, 95, dan 98 sebagian dari dalam negeri.
Baca Juga: Kerugian Pulunan Triliun Rupiah dari Rokok Ilegal, Ancaman Bagi Program Prioritas
“RDMP menghasilkan 5,6 juta kl bensin dan kurang lebih 4,5 juta kl solar. Jadi artinya impor kedepan yang paling banyak adalah crude (minyak mentah), sementara BBM yang RON 90, 95,98, 93 sebagian kita produksi dalam negeri sebagian kita impor dari negara Asia Tenggara,” ungkap Bahlil.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berupaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap negara-negara Timur Tengah. Strategi diversifikasi pasokan minyak mentah dan LPG diharapkan dapat menjaga stabilitas energi dan harga di dalam negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













