kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Blue Bird tinjau tarif baru


Selasa, 27 November 2012 / 10:43 WIB
Blue Bird tinjau tarif baru
ILUSTRASI. OPPO A12


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Blue Bird Group (BBG) baru saja memperpanjang kerja sama dengan Mercedes-Benz Indonesia (MBI) untuk peremajaan armada taksi premium. Ada 240 unit Mercedes-Benz C Class yang dibeli tahun 2007 kini akan diganti dengan C200 dan E200 Classic baru.

Selain itu, BBG juga akan melakukan penambahan armada sebanyak 160 unit lagi. Dengan beroperasinya model baru tersebut, maka perusahaan akan melakukan penyesuaian tarif. Sebab, bahan bakar mobil terbaru Mercedes-Benz itu harus menggunakan bahan bakar beroktan tinggi.

"Untuk unit lama  memakai bensin jenis premium. Nah, karena sekarang mesinnya sudah canggih dan memakai turbo, maka oktan yang diperlukan harus lebih tinggi,” kata Noni S. A. Purnomo, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis BBG, usai peresmian kerjasama di Shangri-La, Senin (26/11).

Karena ada perubahan pemakaian bahan bakar, ada kemungkinan argo taksi premium milik Blue Bird tersebut akan naik dari taris sebelumnya. “Kami sedang berusaha agar hal ini tidak mengubah tarif yang berlaku kini," jelas Noni.

Kendati tarif naik, namun Nono tidak khawatir pelanggan protes ataupun berpindah. Sebab, di segmen premium, penambahan atau perubahan tarif tidak pernah menjadi kendala. "Yah, memang sudah sifat dari segmen tersebut yang tidak terlalu bawel soal harga. Paling penting bagi mereka adalah kenyamanan dan kredibilitas," tambahnya.

Dalam kurun 5 tahun kerjasama dengan Mercedes-Benz Indonesia, Noni mengakui Ia tidak memiliki kendala dan hambatan berarti. "Masalah tetap ada seperti kasus kerusakan transmisi akibat banjir besar yang sempat melanda ibukota. Namun begitu ditangani mereka terbukti tidak ada unsur kesengajaan, komponen tersebut pun diganti," beber Noni. (Aris F. Harvenda/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×